Antusias Siswa SMPN 1 Camplong saat mengikuti kegiatan TMS. (Wiwit/Jurnalmojo)

Bunyi Sirine Tanda Bencana Gempa Bumi Membuat Panik Murid SMPN 1 Camplong

SAMPANG (Jurnalmojo) – Bunyi sirine tanda terjadinya bencana gempa bumi di SMPN 1 Camplong membuat proses belajar mengajar terhenti. spontan para  siswa-siswa berlarian menyelamatkan diri. Sambil melindungi kepala mereka dengan alat seadanya seperti tas, buku dan tangan mereka berlarian melalui jalur evakuasi menuju titik kumpul yang ada d halaman sekolah.

Itulah salah satu kegiatan simulasi yang diberikan para relawan Tagana kepada peserta Tagana Masuk Sekolah (TMS)  untuk melatih bagaimana cara menyelamatkan diri saat terjadi bencana gempa bumi yang ada di sekolah mereka, Senin (26/9/2022).

Kegiatan yang dipusatkan di aula SMPN 1 Camplong tersebut diikuti  sebanyak 50 peserta yang berasal dari perwakilan  SMP Negeri  yang ada di Kecamatan Camplong. Disamping diberikan materi simulasi para peserta juga mendapatkan  materi terkait pengenalan dan macam-macam  bencana  serta langkah-langkah yang harus dilakukan ketika terjadi bencana  , mengingat bencana merupakan hal yang mengancam kehidupan dan penghidupan manusia.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Sosial PPPA Kabupaten Sampang, Mohammad Fadeli, Spd, M.Pd melalui Sekretaris Dinas  Sosial PPPA, Asrul Sani S.KM, M.Kes menuturkan bahwa Program TAGANA Masuk Sekolah merupakan  implementasi dari surat edaran bersama Menteri Pendidikan dan kebudayaan RI nomor 4 tahun 2019 dan Menteri Sosial RI nomor 1 tahun 2019 tentang mitigasi kebencanaan di satuan pendidikan melalui program Tagana Masuk Sekolah (TMS).

“Kami melaksanakan kegiatan ini bertujuan  sebagai upaya memperkenalkan bencana kepada para pelajar agar mereka selalu sigap dan tanggap terhadap kemungkinan adanya bencana,” jelasnya.

Asrul menambahkan bahwa kegiatan TMS yang menjadi gerakan nasional ini diharapkan mampu untuk menyiapkan calon taruna siaga bencana  atau pelajar siaga bencana dengan pemberian materi tentang kebencanaan sehingga tercipta generasi yang sadar akan bencana dan siap siaga serta mampu menyelamatkan diri jika terjadi bencana dan paham bagaimana cara menolong orang lain.

Oleh karena itu program TMS ini perlu mendapatkan dukungan dari semua pihak agar program ini menjadi kegiatan yg berkelanjutan.

“Kita sadar bencana bisa datang kapan saja, melalui edukasi mitigasi bencana TMS ini kita harap masyarakat makin tanggap akan bencana sehingga dapat mengurangi dampak dan resiko yang ditimbulkan” jelasnya.

Sementara itu Kepala SMPN 1 Camplong Indrawati S,Pd, M.Pd  menyambut positif program TMS ini .

“Terima kasih kepada Dinas Sosial PPPA yang telah melaksanakan kegiatan TMS di sekolah kami. Ini program yang sangat bagus dan kami berharap dari kegiatan ini nantinya ada kerjasama program penanggulangan bencana antara Dinsos, BPBD dan SMP Camplong seperti penanaman bibit mangrove, bersih-bersih pantai dan lain-lain dengan melibatkan para pelajar yang ada di sini,” harapnya.

Salah satu perwakilan peserta dari SMPN 1 Camplong Siva Melinda Putri berterima kasih atas terselenggaranya TMS di sekolahnya .

“Pelatihan mitigasi dan tanggap bencana sangat penting dalam menghadapi ancaman bencana. semoga yang kami dapatkan di kegiatan ini bisa bermanfaat bagi kami dan masyarakat sekitar,” katanya.

Hadir sebagai pemateri dalam kegiatan ini para relawan Tagana Dinas Sosial PPPA kabupaten Sampang dan TRC BPBD Kabupaten Sampang. (wit/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar