Kegiatan Tagana Masuk Sekolah. (Wiwit/Jurnalmojo)

Siapkan Generasi Siaga Bencana, Pemkab Sampang Blusukan Gelar Tagana Masuk Sekolah

SAMPANG (Jurnalmojo.com) – Dalam upaya menyiapkan generasi siaga bencana Pemerintah Kabupatèn ( Pemkab) Sampang melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ( Dinsos PPPA) Kabupaten Sampang mengelar kegiatan Tagana Masuk Sekolah (TMS) Kamis, (15/9/2022).

Pelaksanaan kegiatam bertempat di aula SMAN 1 Sreseh, sebanyak 60 siswa/siswi menerima materi tentang kebencanaan mulai dari pengenalan macam-macam bencana, mitigasi bencana serta tanggap darurat bencana yang diberikan oleh nara sumber dari TRC BPBD Kabupaten Sampang dan relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Sampang.

Di samping itu mereka juga diajak melakukan simulasi bagaiman cara menyelamatkan diri dan atau bisa membantu orang lain ketika terjadi bencana.

Dalam Sambutannya Kepala Dinas Sosial PPPA Kabupaten Sampang Mohammad Fadeli melalui Sekretaris Dinas Sosial PPPA  Kabupaten Sampang Asrul Sani  mengatakan kegiatan Tagana Masuk sekolah merupakan sinergi Kementerian Sosial dan Kementrian Pendidikan dalam upaya menyiapkan dan meningkatkan kesadaran siswa terhadap ancaman bencana sehingga dapat menciptakan masyarakat yang tanggap bencana.

Lebih lanjut  Asrul  berharap  ada sinergitas program antara Dinas Sosial PPPA, BPBD dan dunia pendidikan yang ada d kabupaten Sampang agar kegiatan semacam ini bisa berkelanjutan dan berkesinambungan.

“Kami mewakili kepala Dinas Sosial kabupaten Sampang mengucapkan terima kasih kepada SMAN 1 Sreseh dan BPBD kabupaten Sampang atas kerjasamanya sehingga kegiatan hari ini bisa terlaksana. Dan berharap adanya kerjasama program sehingga kegiatan semacam ini bisa berkelanjutan dan berkesinambungan,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan  Sosial kabupaten Sampang, Erwin Elmi Syahrial menuturkan kegiatan Tagana masuk sekolah  merupakan implementasi dari surat edaran bersama Menteri Pendidikan Nomor 4 tahun 2019 dan Menteri Sosial RI Nomor 1 tahun 2019 tentang mitigasi kebencanaan pada satuan pendidikan melalu program Tagana Masuk Sekolah (TMS).

Masih kata Erwin tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengedukasi siswa sehingga memiliki kecakapan dan kemampuan dalam menghadapi bencana.

Erwin menjelaskan bahwa program TMS d kabupaten Sampang  sudah berjalan sejak tahun 2020. Kalau pada kegiatan sebelumnya kegiatan TMS banyak dilakukan di pusat kota, untuk kegiatan TMS tahun ini dilakukan dipinggiran kota  dengan harapan sosialisasi tentang kebencanaan  ini bisa menyebar merata.

” Untuk kegiatan TMS tahun ini kita melakukan kegiatan dengan menyisir sekolah-sekolah yang ada di pinggiran kota terutama di daerah pesisir Selatan termasuk di SMAN 1 Sreseh dan   SMPN 5 Sampang yang berlokasi di kepulauan Mandangin.

Kepala SMAN 1 Sreseh Edy Sasmito sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berharap semua peserta bisa mengikuti acara ini sampai tuntas.

” Kami mewakili pihak sekolah SMAN 1 Sreseh  sangat mengapresiasi  kegiatan ini.  Untuk itu saya berharap agar siswa/siswi  yang ada di ruangan ini bs mengikuti  dengan serius sehingga bisa menjadi bekal berharga bagi anda jika suatu saat nanti terjadi bencana  wilayah anda, minimal anda bisa menyelamatkan diri syukur-sukur bisa menolong orang lain.  terangnya.

Kegiatan Tagana masuk sekolah ini menjadi hal yang menarik bagi peserta. Dian Eka salah satu peserta pelatihan menyambut baik adanya program TMS ” Seru dan sangat menarik.

“Kami dapat pelajaran baru tentang kebencanaan. apalagi tadi juga ada simulasinya.  ini menjadi pelajaran berharga bagi kami sehingga ketika terjadi bencana di sekitar kami, kami sudah tahu bagaimana  cara menyelamatkan diri,” pungkasnya. (wit/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar