Irjen Nico Afinta selaku Kapolda Jawa Timur (FOTO/IST)

Polda Jatim Bersinergi dengan Kementerian PPPA, Bentuk Satgas untuk Cegah Kekerasan pada Anak

PONOROGO (jurnalMojo.com) – I Gusti Ayu Bintang Darmawati selaku Menteri Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPPA) menemui Irjen Nico Afinta selaku Kapolda Jawa Timur (Jatim)  untuk membentuk satuan tugas (satgas) untuk mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak, di ruang Kapolres Ponorogo pada Senin (12/09/2022).

Hal tersebut sebagai salah satu upaya menindaklanjuti kasus tindak penganiayaan yang berujung kematian seorang santri di Pondok Gontor, agar tidak sampai terulang kembali.

“Kami dalam prosesnya, melakukan kerjasama dengan stakeholder terkait. Yakni dengan membentuk satgas perlindungan perempuan dan anak,” ungkap Kapolda Jatim pada keterangan tertulisnya, Selasa (13/09/2022).

Menurutnya, pada satgas tersebut, ada beberapa dinas yang terlibat, diantaranya dinas sosial, kementerian agama, Tim Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (TP2TPA), dan juga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)

Ia juga menerangkan bahwa pada pembentukan satgas tersebut, pihaknya akan mengutamakan kemudahan di dalam memberikan informasi lewat nomor hotline. Jadi, siapapun yang menjadi korban, dapat secepatnya melapor dan dapat segera ditindaklanjuti.

Irjen Pol Nico Afinta pun menghimbau kepada setiap lembaga pendidikan supaya mematuhi aturan dalam perlindungan kepada anak, dengan memberikan hak anak dalam memperoleh pendidikan tanpa adamya kekerasan.

Hal tersebut, menurut Nico, bisa didapatkan melalui peran aktif, baik dari lembaga pendidikan, orang tua, ataupun dari anak-anak sendiri yang tengah mengikuti pendidikan.

Masih menurut Nico, dalam proses junior dan senior atau senioritas tersebut menjadi sifat pengasuhan. Dengan demikian, seorang anak yang menempuh proses pendidikan akan mendapat pendidikan yang wajar tanpa ada tekanan ataupun kekerasan. Oleh karena itu, kerjasama tersebut penting untuk terus ditingkatkan.

“Sehingga ke depan kita mencetak anak-anak yang mempunyai ilmu pengetahuan yang baik, punya akhlak yang baik dan ke depan bisa berguna bagi bangsa dan negara,” tuturnya.

Menanggapi Kapolda Jatim dan Kementerian PPPA, AKBP Catur Cahyono Wibowo selaku Kapolres Ponorogo, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan nomor hotline yang dapat dihubungi. Nomor hotline tersebut yaitu 085336468100.

Ia menegaskan bahwa hotline terkait pengaduan kekerasan kepada perempuan dan anak itu, bukan hanya saat ada kejadian tindak kekerasan di Pondok Gontor. Akan tetapi, untuk melakukan perlindungan terhadap perempuan dan anak secara umum.

“Artinya siapapun dan kapanpun, masyarakat bisa mengadukan ke pihak kami, terkait kekerasan baik itu seksual atau fisik terkait perempuan dan anak di Ponorogo,” kata Catur.

Saluran hotline tersebut  terbuka selama 24 jam. Lewat propgram tersebut, Catur juga ingin memberikan edukasi terhadap kepada masyarakat, terkhusus bagi orangtua atau anak-anak yang masih menempuh proses belajar dalam lembaga pendidikan, bahwasannya Indonesia adalah negara hukum. (sen/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar