Peserta pelatihan sedang mempraktekkan kompetensi pengelasan. (Wiwit/Jurnalmojo)

Galakkan Pelatihan, Pemkab Sampang Tekan Angka Pengangguran dan Kemiskinan

SAMPANG (Jurnalmojo.com) – Dalam upaya menekan jumlah pengangguran dan menekan angka kemiskinan pasca Pandemi Covid-19, Pemkab Sampang menggalakkan pelatihan kerja berkompetensi.

Kepala Seksi (Kasi) Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja DPMPTSP Naker Lutfi menyampaikan bahwa tahun ini Pemkab Sampang telah menggelontorkan dana ratusan juta untuk menggelar pelatihan kerja.

Kegiatan tersebut tengah berjalan sejak 5 September 2022 lalu dan akan berjalan selama 30 hari kedepan.

“Untuk anggarannya senilai Rp 580 juta bersumber dari Dana Insentif Daerah (DID),” ujarnya.

Dalam pelaksanaan pelatihan kerja terdapat 7 jenis bidang pelatihan dengan jumlah peserta 125 orang yang tidak lain berasal dari Kota Bahari.

Adapun jenis pelatihan diantaranya, pelatihan menjahit, batik, desaind grafis, servis roda 2, las, membuat kue atau roti.

Lutfi menyampaikan memang jumlah peserta pelatihan tidak seberapa bila dibandingkan angka pengangguran, tapi pelatihan ini akan terus dijalani.

Hal itu dibuktikan, pada Oktober 2022 nanti bahwa pelatihan kerja kembali akan digelar dengan kuota peserta sebanyak 200 orang.

“Untuk yang Oktober ini dananya bersumber dari DBHCHT senilai Rp 2,4 miliar,” ucapnya.

Lebih lanjut, pasca menjalani pelatihan, peserta yang bersungguh-sungguh dapat memperoleh peralatan seperti alat jahit, masak, dan sejenisnya.

Namun dengan catatan membentuk kelompok setidaknya empat orang dan mengajukan permohonan ke dinas terkait.

“Harus mengajukan proposal dengan tembusan bapak bupati, kemudian diserahkan kepada Disnaker, Diskoperindag, atau ke Dinsos,” pungkasnya. (wit/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar