Sejumlah warga mengkuti bimbingan teknis.(Hasan Assegafh/jurnalMojo.com)

Ir Mindo Sianipar Gelar Bimtek Pengolahan Cabe Bekerjasama Dengan Kementerian Pertanian

Nara sumber memaparkan pengolahan cabe.(Hasan Assegafh/jurnalMojo.com)

MOJOKERTO (jurnalMojo.com) — Bimbingan Jeknis dalam rangka Peningkatan Kapasitas Petani/Pelaku usaha Holtikultura digelar di area TPA Desa Karangdiyeng, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Senin (27/06/2022) pagi.

Pantauan dilokasi, sejumlah warga Desa Karangdiyeng dan beberapa peserta dari Desa lain nampak antusias mengikuti bimbingan teknis pengolahan cabe tersebut.

Kegiatan ini merupakan atas inisiasi Ir Mindo Sianipar dari anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan bekerjasama dengan kementerian pertanian bidang Holtikultura.

Kepala Kementerian Pertanian Ditjen Holtikultura, Langgeng Muhono, menyampaikan, kegiatan ini merupakan agenda yang telah terukur dan terencanakan dalam rangka menangkap aspirasi masyarakat.

“Tujuannya ya untuk menangkap aspirasi anggota yang masing masing membutuhkan kebutuhan dan dinamika pertanian yang berbeda,” ungkapnya.

Foto bersama.(Hasan Assegafh/jurnalMojo.com)

Langgeng menambahkan, dalam kesempatan ini, alasan memilih cabe sebagai bahan pengolahan karena komoditas cabe merupakan bahan yang mudah menjadi  pengolahan dan dapat menambah kreatifitas.

“Karena komoditas cabe ini yang menjadi prioritas dan membantu ekonomi Nasional,” terangnya.

Mengingat fenomena harga cabe yang sering naik turun, Langgeng, menuturkan, para petani tidak perlu panik.

“Kalau harganya jatuh ya kita harus dorong supaya para pelaku usaha dapat melakukan kreatifitas,” tandasnya.

Diharapkan, dengan adanya kegiatan  para pelaku usaha dapat menambah nilai tambah daya saing.

“Salah satu inovasinya kita coba kembangkan usaha berbasis olahan cabe,” harapnya

Sementara itu, Ahmad Anwar. DPRD Kabupaten Mojokerto Fraksi PDIP Ketua Komisi II, mengucapkan terimakasih atas adanya kegiatan yang digelar oleh Ditjen Pertanian.

“Semoga ini akan penambah pengetahuan baru bagi masyarakat, ke depan untuk mendapat tambahan penghasilan,” kata Anwar.

Menurutnya, kebutuhan cabe adalah salah satu yang diperlukan dalam berkehidupan sehari hari, oleh sebab itu, pengetahuan pengolahan cabe sangat diperlukan masyarakat.

“Di kegiatan hari ini, akan ada pengolahan cabe yang penggunaanya nanti sampai beberapa bulan hingga tahun,” pungkasnya.(has/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar