H. M. Buddi Mulyo, Komisi III DPRD Kabupaten Mojokerto (DOK/jurnalMojo.com)

Komisi III DPRD Siap Kawal Kasus Penyuapan Ujian Sekdes di Mojokerto

MOJOKERTO (jurnalMojo.com) – Komisi III DPRD Kabupaten Mojokerto angat bicara terkait kasus dugaan penyuapan ujian perangkat dengan formasi sekretaris desa (Sekdes) di Desa Mojokembang, Kecamatan Pacet, yang telah berlangsung, Kamis (23/6/2022) lalu.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Mojokerto, Muhammad Buddi Mulyo. menegaskan terkait pengaduan dan keterangan masyarakat Desa Mojokembang bahwa adanya dugaan jual beli jabatan pada ujian perangkat senilai Rp 150 – 300 juta. Pihaknya akan mengawal kasus tersebut.

Dugaan Maraknya jual beli jabatan Sekretaris Desa di Kecamatan Pacet dan kecamatan lain sebenarnya sudah sering terjadi.

Menurut Budi, hal tersebut kerap terjadi dan muaranya adalah pada Camat. Untuk itu, perlu adanya penelusuran dari pihak terkait seperti kepolisian dan kejaksaan yang akan menangani kasus ini.

“Kasus seperti ini memang marak terjadi, dan kebetulan di Mojokembang masyarakatnya mau melapor untuk ditindaklanjuti. Pastinya, Saya akan membantu untuk mengusut kasus ini dengan membantu mengkomunikasikannya dengan kepolisian serta kejaksaan,” ujarnya saat dihubungi jurnalMojo.com, Minggu (26/6/2022).

Dalam hal ini, lanjut Buddi, Bupati sebagai pembuat kebijakan daerah di Kabupaten Mojokerto harus bisa merespon cepat adanya pengaduan dari masyarakat. Tidak bisa dibiarkan begitu saja.

Buddi menambahkan bahwa meskipun Camat tersebut telah mendekati masa pensiun, jika terbukti melakukan kesalahan tetap harus ditindak tegas.

“Saya pernah sampaikan bahwa pernah ada indikasi camat gak bener, mereka malah menjawab ‘udah mau pensiun aja pak buddi’ lah pikir saya masak kalau mau pensiun bebas ngapain aja, kalau gitu ya namanya ngerusak,” paparnya.

Buddi yang juga Ketua Pimpinan Cabang Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PC PSNU) Pagar Nusa (PN) Kabupaten Mojokerto mengaku akan mengawal tuntas dan akan mengkomunikasikan dengan anggota DPRD lain. “Gak ada alasan mau pensiun atau apa, klo terbukti salah ya tetep dihukum,” tandasnya.

Buddi menanggapi hal tersebut dengan menyambungkan dengan DPMD.”Biasanya kalau bagian kayak gini, urusan pemerintahan desa ranahnya masuk DPMD, nanti coba saya tanyakan ke kepala DPMD,” pungkas Buddi, yang merupakan politisi Gerindra.

Sejumlah sumber warga Mojokembang mengungkapkan, pasca mencuatnya dugaan penyuapan, ujian akan dilakukan ulang namun hanya diikuti oleh 2 orang dengan nilai tertinggi. Padahal pihak yang merasa dirugikan dan mengirim surat menginginkan pengulangan ujian mulai dari awal, agar tidak ada pihak-pihak yang mencari kepentingan.

“Tadi pagi panitia mengelar rapat di balai desa Mojokembang, kayaknya besok Senin (27/06/2022) ada ujian ulang khusus dua peserta ujian,” ujar salah satu warga yang menolak namanya dipublikasikan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ujian perangkat dengan formasi sekretaris desa (Sekdes) di Desa Mojokembang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Kamis (23/06/2022), diduga terjadi praktek jual beli jabatan dan proses penjaringan calon menyalahi Perbup Nomor 41 Tahun 2012.

Ujian perangkat yang digelar di balai Desa Mojokembang ini, diikuti 6 calon masing-masing, Ananda Faridatul Nurainiyah nomer (1), Amalia Eki Ramadanti nomer urut (2), Lailatul Khoriyah (3), Akhmad Khotib (4), Fitria Rakhmawati (5), Arif Maulana Malik (6).

Saat ujian berlangsung, awalnya berjalan lancar. Namun diluar dugaan, ketika pertengahan penilaian hasil tes, ternyata salah satu calon merasa ada kejanggalan dan keterbukaan. Karena diduga ada praktek penyuapan dari salah satu calon lain. (hes/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar