Suasana ujian perangkat dengan formasi Sekretaris Desa di Desa Mojokembang, Pacet (FOTO/IST)

Ujian Sekdes Di Mojokerto Dibandrol Rp 300 Juta, Satu Calon Wadul Bupati

Enam peserta ujian perangkat (FOTO/IST)

MOJOKERTO (jurnalMojo.com) — Ujian perangkat dengan formasi sekretaris desa (Sekdes) di Desa Mojokembang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Kamis (23/06/2022), diduga terjadi praktek jual beli jabatan dan proses penjaringan calon menyalahi Perbup Nomor 41 Tahun 2012.

Ujian perangkat yang digelar di balai Desa Mojokembang ini, diikuti 6 calon masing-masing, Ananda Faridatul Nurainiyah nomer (1), Amilia Eki Ramadanti nomer urut (2), Lailatul Khoriyah (3), Akhmad Khotib (4), Fitria Rakhmawati (5), Arif Maulana Malik (6).

Saat ujian berlangsung, awalnya berjalan lancar. Namun diluar dugaan, ketika pertengahan penilaian hasil tes, ternyata salah satu calon merasa ada kejanggalan dan keterbukaan. Karena diduga ada praktek penyuapan dari salah satu calon lain.

Kepada jurnalMojo.com, FN salah satu calon mengatakan, dari tes calon sekretaris desa yang telah dilakukan, ia sebagai salah satu calon, merasa dirugikan serta ketidakpuasan saat penilaian berlangsung, akan melakukan tes ulang.

“Tetapi, kenapa hanya dua calon saja yang nilai tertinggi yang melakukan tes ulang,” ungkapnya kepada awak media.

Menurut FN, dalam ujian sekdes ini adanya tata tertib (Tatib) panitia pengisian lowongan perangkat desa, yang bertentangan dengan Perbup Nomer 41 Tahun 2012 Tentang Hari dan Jam Kerja Bagi Instansi/Unit Kerja.

FN juga menyesalkan, terkait pengawasan petugas dari kabupaten serta kecamatan, hanya diam tanpa adanya pemberian teguran, dan pembenahan DPMD kepada Pemdes Mojokembang.

Selain FN, salah satu calon yang merasa dirugikan yakni Afif Maulana Malik (peserta ujian No 6). Afif terpaksa mengirim surat protes kepada Ketua Panitia Pengisian Perangkat dan tim pembuat soal pengisian perangkat desa (Sekdes). Dalam surat itu, Afif mempersoalkan atas transparansi pembuatan soal mata pelajaran Matematika No 77 dan No 82. Selain itu, mata pelajaran TIK No 92.

“Saya menuntut, atas pemberian jawaban yang benar, agar menghadirkan tim dan menunjukan cara penyelesaian atau penghitungan dengan membawa soal,” tulis Afif di surat protes yang dilayangkan kepada Panitia Pengisian Perangkat Desa Mojokembang.

Selain Afif, polemik ujian tersebut juga mengugah hati, Hadi Suyono salah satu orang tua calon. Hadi terpaksa mengadukan persoalan tersebut dengan mengirim surat kepada Bupati Mojokerto dengan tembusan kepada instansi terkait diantaranya Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Mojokerto, Bagian Hukum Sekda Kab.Mojokerto, Inspektorat, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Satuan Polisi Pamong Praja, Perlindungan Masyarakat , Administrasi Pemerintah, Sekretaris Daerah, Camat Pacet, Kepala Desa Mojokembang, Panitia Pengangkatan Desa Mojokembang.

“Karena ketidakpuasan saya, maka saya melayangkan pengaduan ke pemerintah daerah, disinyalir merebaknya di masyarakat pemilihan sekdes diduga adanya praktek penyuapan dengan nominal antara Rp 150 juta hingga Rp 300 juta,” beber Hadi saat ditemui jurnalMojo.com, Jumat (24/06/2022) malam.

Camat Pacet, Agus Subyakto belum berhasil dikonfirmasi. Saat jurnalMojo mendatangi kantor kecamatan. Camat Pacet tidak ada di ruang kerjanya. “Pak camat tidak ada, beliaunya ada kegiatan diluar,” ujar salah satu petugas. (jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar