Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati saat melauncing acara pendampingan politeknik keuangan negara STAN dan KIP Foundation (FOTO : Hajar Estina/jurnalMojo.com)

Jambore BUMDesa 2022, Khofifah Harapkan Direktur PKN STAN Siapkan LPEI

 

Kepala Dinas PMD Jatim, Soekaryo saat memberikan sambutan (FOTO : Hajar Estina/jurnalMojo.com)

MOJOKERTO (jurnalMojo.com) — Acara jambore BUMDesa 2022 dan launching pendampingan Politeknik Keuangan Negara STAN dan peresmian zona KIP di Putuk Soeko, Desa Sukosari, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto berlangsung meriah.

Jambore dan launching yang dimulai pada Jum’at (24/6/2022) sekitar pukul 14.30 tersebut dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur, Hj. Khofifah Indar Parawansa. Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati. Kepala Dinas PMD Jatim, Soekaryo. Direktur PKN STAN, Rakhmadi Murwanto. Direktur Pelayanan Investasi Kemendes RI, Bapak Dr. Supriyadi. Direktur Hubungan Eksternal PT HM Sampurna, Ishak Danudiningrat. Dirut PT Bank Jawa Timur, Kusrui Imam. Kepala Kanwil Jenderal Kekayaan Negara DJKN Jatim, Agus Trio Waluyo. Kakanwil DJP Jatim 2, yang diwakili oleh Kabag Umum, Ahmadi Fadoli. Direktur KIP Foundation, dan jajaran Forkopimda Mojokerto.

Kepala Dinas PMD Jawa Timur, Soekaryo  pada kesempatan ini menyampaikan bahwa kegiatan hari ini merupakan kolaborasi kerja sama antara Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur dengan Politeknik keuangan negara STAN KIP Foundation, dan Dinas PMD Kabupaten Mojokerto.

Soekaryo juga menerangkan rangkaian kegiatan diantaranya adalah temu karya BUMDesa, yang bertujuan memberikan wadah komunikasi antara BUMDesa untuk meningkatkan inovasi BUMDesa.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat memberikan sambutan (FOTO : Hajar Estina/jurnalMojo.com)

“Kegiatan ini telah dilaksanakan tadi malam yang diikuti oleh 100 orang, dari unsur dinas PMD perwakilan se Jawa Timur,” paparnya, Jumat (24/06/2022).

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dalam sambutannya menjelaskan adanya pendampingan dari PKN STAN untuk 200 BUMDesa dengan 15 orang tim ini menjadi pengutan secara substantif, dan secara kuantitatif dari seluruh BUMDesa yang ada di Jawa Timur.

Tahun 2020, lanjut Khofifah, klinik BUMDesa Jawa Timur masuk dalam Top 45 inovasi publik Kemen PAN RD.

Khofifah juga melontarkan harapannya kepada Direktur PKN STAN, Rahmadi untuk segera bekerja sama dengan LPEI (Lembaga Pengembangan Eksport Indonesia) guna menyiapkan format desa devisa.

“Dari Desa devisa yang terkonfirmasi tahun kemarin baru 2 Desa, tahun ini ada kuota 15 Desa, tapi belum ada keputusan tim yang sudah melakukan accesment di 15 desa yang ada,” terangnya.

Sangat banyak Desa-Desa di Jawa Timur yang memiliki produk yang telah diekspor, dengan adanya LPEI diharapkan bisa langsung konek.

“Oleh karena itu hadirnya Direktur PKN STAN dan Direktur Layanan Investasi diharapkan bisa membangun koneksitas dengan Pak Karyo, dan saya minta Pak Karyo untuk mengkomunikasikan dengan Dinas Perindag. Karena saya sudah meninjau sendiri dibeberapa titik, termasuk di Mojokerto sendiri,” perintah Khofifah.

Termasuk di Desa Bejijong, ini sudah banyak produk yang diekspor sehingga sudah memenuhi kualifikasi untuk menyiapkan LPEI.
“Selamat menjalankan mandat, bumdesa ini menjadi tumpuan sangat banyak sektor,” ucapnya.

Foto bersama acara Jambore BUMDesa dan Launcing Pendampingan Politeknik Keuangan Negara STAN dan KIP Foundation (FOTO : Hajar Estina/jurnalMojo.com)

Di Indonesia ini banyak sekali Kementerian yang memberikan mandat kepada desa untuk dijadikan bagian dari projek tertentu, seperti BPS yang akan membuat desa statistik yakni desa yang memiliki nilai kecantikan.

“Tahun 2021 ada 10 desa cantik, 2 diantaranya dari Jawa Timur. Jadi kalau BUMDesa bisa menjadi penguatan dari peran-peran strategi lainnya saya rasa penguatan SDM itu no 1,” lanjutnya.

Penguatan ekonomi di desa antara lain yakni melalui BUMDesa. “Tahun 2021 Desa mandiri di Jawa Timur ini 697, nah tahun ini dari proses rekap yang ada sekitar 1400an desa mandiri di Jawa Timur, jadi ada kenaikan 2x lipat dari tahun sebelumnya,” jelasnya.

Sementara itu, Ikfina Fahmawati mengucapkan terimakasih atas pujian dari Rahmadi terhadap BUMDesa di Kecamatan Trawas.

“Hatur nuwun sanget kami haturkan kepada bapak Rahmadi Murwanto yang sudah mengatakan bahwa desa Sukosari, Putuk Soeko ini lebih indah dari pada puncak,” ucapnya.

Ikfina juga memberikan keterangan terkait BUMDesa di Kabupaten Mojokerto semakin berkembang, mulai tahun 2019 jumlahnya 174, kemudian berkembang menjadi 227 pada tahun 2020, dan 2021 menjadi 265 bumdesa, dan terakhir 2022 menjadi 278 bumdesa dari 299 desa se-Kabupaten Mojokerto.

“Untuk saat ini dari 278 yang masuk kategori maju masih 23, dan sisanya 120 masih pemula, dan 65 masih berkembang. Dan ini merupakan tantangan untuk kita bagaimana bumdesa ini agar semakin berkembang,” pungkasnya. (hes/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar