Suasana rapat paripurna DPRD Kabupaten Jombang (Rini Rosida/jurnalMojo.com)

Bahas 2 Raperda Penyertaan Modal, DPRD Gelar Paripurna Penyampaian Pendapat Umum Bupati

JOMBANG (jurnalMojo.com) — Bahas 2 rancangan peraturan daerah (Raperda) penyertaan modal aneka usaha seger dan Panglungan, DPRD Kabupaten Jombang, Jawa Timur, gelar rapat paripurna, pada Selasa (10/5) pagi.

Dalam agenda sidang paripurna itu, wakil rakyat juga mendengar penyampaian pendapat umum bupati.

Rapat paripurna ini dipimpin langsung Ketua DPRD Jombang Mas’ud Zuremi dan dihadiri Bupati Jombang Mundjidah Wahab dan Wakil Bupati Sumrambah. Serta Forkopimda, kepala OPD (organisasi perangkat daerah) dan seluruh anggota DPRD Jombang.

“Tadi penyampaian pendapat umum dari bupati sangat bagus sekali,” ujar Mas’ud Zuremi Ketua DPRD Jombang usai sidang paripurna.

Ia mengungkapkan, bupati menginginkan adanya penyertaan modal pada Aneka Usaha Seger dan Panglungan tidak ada lagi istilah perumda yang tidak profesional.
“Kami semua berharap adanya penyertaan modal ini kinerja akan semakin bagus lagi,” katanya.

Ia juga menambahkan, kinerja jajaran direksi juga harus lebih ditingkatkan. Sehingga bisa memberikan kontribusi ke PAD. Mengingat selama ini dua Perumda tersebut masih belum bisa memberikan sumbangsih ke pemerintah.

“Tentu kami juga akan terus melakukan pemantauan. Disana (perumda, Red) juga ada dewan pengawas untuk mengawasi bersama-sama,” tegasnya.

Terkait dengan realisasi penyertaan modal sendiri. Lanjut Mas’ud masih ada beberapa tahap yang harus dilalui seperti jawaban DPRD dan pemandangan akhir bupati.
“Nanti penyertaan modal akan direalisasikan melalui P-APBD,” pungkas Mas’ud.

Sementara itu, Bupati Jombang Mundjidah Wahab mengatakan, setelah dilakukan perekrtutan direktur dari kalangan profesional diharapkan adanya kontribusi pemikiran, trobosan dan inovasi yang membawa BUMD ini menjadi lebih baik lagi.

“Tentu bisa memberikan manfaat bagi perkembangan perekonomian masyarakat,” tegasnya.

Orang nomor satu di Jombang ini juga menginginkan, setelah dilakukan penyertaan modal dapat meningkatkan mutu dan kualitas. “Saya tidak ingin lagi mendengar kedua BUMD ini tidak profesional dan dianggap tidak menguntungkan,” pungkas Mundjidah.(nir/jek/*)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar