Kepulangan mantan pengikut syiah. (Tammim/Jurnalmojo)

Mantan Pengikut Syiah Kembali ke Kampung Halaman, Bupati Sampang Berhasil Selesaikan Konflik Sosial

SAMPANG (JurnalMojo.com) – Setelah sekian lama keinginan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang untuk memulangkan para mantan pengikut Syiah ke kampung halamannya kini sudah tiba di Pendopo Trunojoyo, Jumat, (29/4/2022).

Pemulungan para mantan pengikut Syiah itu dijumput oleh Bupati Sampang setelah direncanakan tiga bulan sebelumnya, karena kejelasan jadwal pemulangan mantan pengikut Syi’ah dari jadwal Pemerintah Provinsi Jawa Timur tidak jelas.

Bupati Sampang H. Slamet Junaidi mengatakan sebanyak 53 jiwa dengan rincian 14 Kartu Keluarga (KK) hari ini dijemput dan dipulangkan ke kampung halamannya.

Dirinya menegaskan memulangkan para mantan pengikut Syiah itu disebabkan konflik sosial selama sepuluh tahun lalu.

“Dari 14 Kartu Keluarga (KK) yang dipulangkan hari ini rata-rata masih mempunyai tempat tinggal itulah alasan kami menjemputnya untuk pulang,” ungkapnya.

Sedangkan para mantan pengikut Syi’ah yang masih belum dipulangkan kata Aba Idi sapa’an akrabnya, yang kebetulan tidak mempunyai tempat tinggal pihaknya akan mengusulkan pada pemerintah pusat.S

Bupati Sampang sudah melakukan beberapa kali kordinasi dengan Pemerintah Provinsi untuk membantu menjadwal memulangkan para mantan pengikut Syi’ah, tetapi hingga belum ada balasan.

“Intinya kordinasi untuk memulangkan pada Pemprov Jatim sudah, selanjutnya tinggal bagaimana caranya para mantan pengikut Syi’ah ini sebelum pulang mempunyai tempat tinggal itulah mengapa kami akan mengusulkan pada Pemerintah Pusat,” tambahnya.

Permintaan Bupati Sampang kepada Pemerintah Provinsi atau Pemerintah Pusat untuk segera direncanakan tempat tinggal. Oleh karena itu, Bupati Sampang tidak ingin konflik sosial kembali terjadi.

“Kami tidak ingin hal-hal yang tidak diinginkan terjadi kembali setelah konflik sosial ini bisa diselesaikan,” pungkasnya. (tmm/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar