Bupati Sampang H. Slamet Junaidi didampingi Wakil Bupati Sampang H. Abdullah Hidayat saat berdialog dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Pemulangan Mantan Pengikut Syiah, Bupati Sampang : Tinggal Menunggu Jadwal Gubernur

SAMPANG (JurnalMojo.com) – Pemulangan para mantan pengikut Syiah untuk kembali ke kampung halamannya menjadi keseriusan Bupati Sampang H. Slamet Junaidi. Hal itu disampaikan saat meresmikan gedung Wicaksana Laghawa Polres setempat, Jum’at (14/1/2022).

Menurut Bupati Sampang dirinya mengaku sudah melakukan kordinasi dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansah yang saat ini masih mengungsi di Rumah Susun tepatnya di Agro Jemundo Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

“Kordinasi sudah kami lakukan tinggal menunggu jadwal saja dari Gubernur Jawa Timur,” ungkapnya.

Penyelesaian konflik sosial yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang kata Bupati H. Idi sangatlah panjang, sehingga dengan keberhasilan ini para sanak keluarga mantan pengikut Syi’ah sangat menanti kepulangannya.

“Pemulangan jamaah tajul muluk usai kembali ke ajaran ahlussunah direspon baik oleh keluarganya,” tambahnya.

Pemulangan para mantan pengikut Syi’ah ke kampung halamannya sambung Bupati, menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten atau Provinsi. Sebab, Pemulangan mereka butuh tempat tinggal, pekerjaan dan pendidikan untuk anak-anaknya. Oleh karena itu Bupati Sampang mengusulkan kepada Pemprov Jatim agar mereka mendapatkan subsidi bantuan.

Sebelumnya, Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Kabupaten Sampang, Faisol Ramdhoni menyampaikan, alasan mantan pengikut aliran Tajul Muluk tersebut batal pulang kampung karena banyak kendala.

“Tentunya Pemulangan mereka menjadi tanggung jawab Pemerintah, yang terpenting mereka pulang disambut oleh keluarganya,” sambung Bupati Sampang.

Bupati juga menegaskan apabila nantinya Pemulangan para mantan pengikut Syiah itu selalu menunggu jadwal yang terus diundur, maka dirinya berinisiatif akan mempulangkannya dengan biaya sendiri.

Selain itu, sampai saat ini pihaknya mengaku belum mendapatkan balasan untuk melakukan pembahasan lanjutan terkait pemulangan warga Sampang tersebut, terlebih ada beberapa fokus pembahasan yang saat ini sedang disodorkan oleh pemerintah daerah.

“Apabila nantinya terus tidak ada balasan atau respon dari Gubernur, maka kami targetkan pertengahan Januari atau akhir bulan akan mengambil alih proses pemulangannya,” tegasnya. (tmm/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar