Foto bersama Griya Riset Malang Raya bersama Rektor Unim (Hajar Estina/jurnalMojo.com)

Kementerian Agama dan Griya Riset Malang Raya Gelar Diskusi Agama Bersama Mahasiswa UNIM

MOJOKERTO (jurnalMojo.com) — Kementerian Agama bersama Griya Riset Malang Raya gelar diskusi dan wawancara bersama guru SMA, dosen, dan mahasiswa yang bertempat di gedung Graha Nuswantara, Universitas Islam Majapahit (UNIM), Rabu (12/01/2022) pukul 11.00 WIB.

Diskusi dan wawancara tersebut dihadiri oleh Rektor UNIM, Dr. Rachman Sidharta Arisandi, perwakilan dari kementrian agama, Dr. Sakban Rosidi, dan beberapa tim riset Malang Raya, Prof. Dr. Mudjia Rahardjo, Dr. Rofiqah, dan Dr. Ramad Agung Hidayatullah.

Wakil Rektor UNIM, Ainul Yaqin M. Pd. I. mengucapkan terima kasih kepada tim Griya Riset Malang Raya dan Kementrian Agama telah mengisi acara Moderasi Keberagamaan dan Integrasi Kebangsaan di UNIM.

Sementara itu, peneliti Griya Riset Malang Raya, Prof.Dr. Mudjia Rahardjo mengatakan bahwa mereka adalah peneliti yang independen.

“Griya Riset Malang Raya memiliki kepedulian tinggi terhadap penelitian, dengan melakukan training di bidang akademik. Hari ini juga bagian dari usaha kami menggali data untuk hasil penelitian,” ucapnya.

Ketua Griya Riset Malang Raya, Dr. Rahmad Agung Hidayatullah juga memberikan keterangan bahwa penelitian ini yang paling besar saat ini.

“Penelitian Griya Riset Malang Raya ini yang paling besar, dengan responden 25.000. Yang bertujuan baik, yaitu untuk menumbuhkan sikap toleransi,” ucapnya kepada awak media.

“Hasil dari penelitian kami nanti akan dilakukan publikasi dan dilaksanakannya perbaikan-perbaikan dari riset yang kami lakukan,” lanjutnya.

Sementara itu, perwakilan dari Kementrian Agama, Dr. Sakban Rosidi mengatakan moderasi keberagamaan untuk menopang segala ras, suku, adat, dan budaya agar tidak terjadi penyelewengan di dalamnya seperti rasis, radikal, maupun teroris.

“Yang dikhawatirkan saat ini antara keberagamaan lebih kental dan fanatik sehingga kurang berbangsa, seperti kutipan anak anak makin santri, dapat melemahkan semangat kebangsaan,” tuturnya.

Dari beberapa data yang sudah dikumpulkan oleh tim peneliti Griya Riset Malang Raya, ciri – ciri awal anak yang menyimpang pasti jauh dari orang tua. Untuk itu, data hari ini menjadi catatan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh anak harus diawasi baik dari guru maupun orang tua, mengingat mudahnya remaja yang mudah terpengaruhi. (hes/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar