Ribuan santriwati dan santri yang bersiaga di area Ponpes. (Elok Aprianto/Jurnalmojo)

Ribuan Santri Berjaga di Ponpes, Usai Beredar Kabar Polisi Jemput Paksa MSA

Pengurus Ponpes saat menyerukan komando.
(Elok Aprianto/Jurnalmojo)

 

JOMBANG (Jurnalmojo.com) – Ribuan santri dan santriwati memenuhi salah satu Pondok Pesantren (ponpes) di wilayah Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Rabu (12/01) pagi.

Pasalnya, seluruh santri ponpes tersebut menerima kabar bahwa MSA, anak kiai Ponpes tersebut akan dijemput paksa oleh aparat kepolisian. Lantaran, MSA telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan pencabulan.

Pantauan di lokasi ribuan massa yang terdiri dari santri dan santriwati Ponpes itu, terlihat berjaga di sekitar pesantren. Mulai dari jalan raya menuju Ponpes, gerbang masuk hingga dalam area pondok dijaga ketat oleh ribuan santri.

Juru Bicara Ponpes milik MSA, Joko Herwanto mengatakan, pihaknya akan menghormati proses hukum yang saat ini sedang berjalan.

Namun, lanjut Joko, dirinya akan mempertahankan diri jika ada proses hukum yang dinilai dipaksakan.

“Secara kelembagaan kami dididik untuk menghormati negara, menghormati pemerintah, menghormati institusi Polri. Namun demikian kalau ada oknum-oknum yang kami duga dan kami yakini memaksakan kasus ini, maka pilihannya adalah mempertahankan diri,” terang Joko pada sejumlah jurnalis.

Lebih lanjut Joko menegaskan, sejauh ini pihaknya sudah melakukan upaya hukum dalam kasus yang menjerat MSA. Seperti salah satunya mengajukan proses Praperadilan dengan menggugat Kapolda Jatim ke Pengadilan Negeri Surabaya.

Namun, gugatan Praperadilan tersebut ditolak oleh Majelis Hakim karena dianggap kurang pihak. Upaya hukum lainnya kembali dilakukan denga mengajukan Praperadilan kembali ke Pengadilan Negeri Jombang.

“Tim pengacara menggugat pihak dari Polda, Polres Jombang, Kejaksaan Negeri dan Kejaksaan Tinggi. Tentunya itu (alat bukti dan strategi, red) menjadi bagian yang harus kita persiapkan, dan saya yakin tim pengacara kita sudah persiapkan itu semua,” tukasnya.

Terpisah, Kapolres Jombang AKBP Moh Nurhidayat mengatakan, upaya Praperadilan yang diajukan oleh pihak MSA merupakan upaya hukum yang sah dan diatur oleh undang-undang. Terkait hal itu, Nurhidayat mengaku sudah mempersiapkan untuk proses Praperadilan yang akan dijadwalkan pada Kamis (20/01/2022) besok.

“Praperadilan sudah didaftarkan di PN Jombang. Kami juga sudah dapat informasi dari Polda, dan kami sudah persiapkan itu (berkas perkara, red) untuk jawaban,” ujar Kapolres saat ditemui di Polres Jombang.

Disinggung soal adanya ribuan santri yang melakukan penghadangan terkait upaya penjemputan MSA oleh kepolisian di Ponpes, Nurhidayat justru belum mengetahuinya.

Kapolres mengaku hingga hari ini belum ada informasi penjemputan tersangka MSA oleh pihak Polda Jatim maupun Polres Jombang.

“Belum mendengar kami (soal penjemputan MSA, red). Kami masih ikut kegiatan nasional melalui Vidcon. Belum ada petunjuk dari Polda,” pungkasnya. (elo/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar