Balai Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto (Ujeck/jurnalMojo.com) 

Pendaftaran Pilkades PAW Bejijong Trowulan Tidak Transparan, Satu Bacalon Ditolak Panitia 

MOJOKERTO (jurnalMojo.com) — Proses pendaftaran pemilihan Kepala Desa Pergantian Antar Waktu (PAW) di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa-Timur dituding tidak sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan melalui musyawarah pihak panitia.

 

Aturan tersebut termaktub pada tata tertib (Tatib) Keputusan Panitia Pemilihan Kepala Desa Bejijong Kecamatan Trowulan Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Rancangan Tata Tertib Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu Panitia Pemilihan Kepala Desa sesuai ketentuan pasal 12 ayat (3) Peraturan Bupati Mojokerto Nomor 9 Tahun 2016 tentang petunjuk pelaksanaan pemilihan Kepala Desa Antar waktu sebagaimana telah diubah dengan peraturan bupati Mojokerto Nomor 84 Tahun 2018, dan dipandang perlu menetapkan Tata Tertib Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu Desa Bejijong Kecamatan Trowulan.

 

Hal itu diungkapkan salah satu bakal calon Kepala Desa Bejijong, Ainur Wahyudi warga Dusun Segawe Kidul, Desa Mojowono, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto yang saat itu sempat maju mendaftar sebagai calon Kepala Desa PAW Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan.

 

Kepada jurnalMojo.com,  Ainur Wahyudi mengatakan bahwa dirinya maju dan mendaftar sebagai bakal calon Kepala Desa PAW Desa Bejijong pada tanggal 24 Desember 2921 lalu sekitar pukul 12.30 WIB bertempat di Balai Desa Bejijong.

 

Saat mendaftar dan menyerahkan berkas persyaratan, saya saat itu ditemui langsung oleh Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa PAW Bejijong, Edi Purnomo.

 

“Intinya saya maju dan mendaftar sebagai bakal calon Kades PAW Desa Bejijong diterima, namun setelah dilakukan pengecekan oleh Ketua Panitia, ada 4 lembar berkas persyaratan yang belum saya lengkapi diantaranya, saya harus menyerahkan surat pernyataan tidak pernah dijatuhi pidana penjara paling tidak 5 tahun, surat pernyataan tidak mengundurkan diri setelah ditetapkan sebagai calon kepala desa, surat pernyataan tidak mendaftar pada lebih dari satu desa dan surat pernyataan tentang dokumen keaslian aplikasi pendaftaran. Kenapa saya saat itu belum sempat menyerahkan berkas persyaratan yang dimaksud, karena setahu saya 4 berkas persyaratan yang harus saya serahkan tersebut tidak tercantum dan tertera di dalam persyaratan kelengkapan yang harus diserahkan untuk maju sebagai bakal calon Kades PAW Desa Bejijong,” jelas Ainur, Senin (27/12/2021).

 

Masih kata Ainur, saat itu pun dirinya berusaha untuk segera melengkapi dan sudah menanyakan kepada ketua panitia kapan seharusnya Ainur melengkapi dan menyerahkan berkas tersebut.

 

“Apakah ada batasan waktu kapan harus segera saya menyerahkan, Ketua Panitia saat itu menjawab silahkan saja yang penting segera diserahkan untuk kelengkapan persyaratannya. Sementara saat saya meminta draf persyaratan, ketua panitia menjawab tidak ada alias tidak punya, yang mana membuat saya jadi bingung untuk bisa melengkapinya. Pada saat pembicaraan tersebut juga disaksikan bapak Pj Kepala Desa,” tuturnya.

 

“Kalau memang saya tidak diloloskan atau ditolak untuk bisa  mendaftar menjadi bakal calon kepala desa PAW ya saya mohon saya dibuatkan atau diberikan surat keterangan bawasanya panitia pemilihan Kepala Desa PAW Desa Bejijong menolak berkas untuk kelengkapan persyaratan saya maju sebagai bakal calon Kades PAW Desa Bejijong. Namun pihak panitia hingga saat ini tidak memberikan surat keterangan tersebut,” sambung Ainur.

 

Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara Pemilihan Kades PAW Desa Bejijong, Edi Purnomo saat ditemui di Balai Desa Bejijong dan dikonfirmasi terkait pernyataan sikap bakal calon Kades PAW Desa Bejijong Ainur Wahyudi. Edi Purnomo menegaskan bawasannya pihak panitia membenarkan adanya kejadian tersebut, dan itu pun sudah disepakati bersama dari hasil musyawarah anggota panitia penyelenggaraan pemilihan Kepala Desa PAW Desa Bejijong.

 

Menurutnya, semua bakal calon Kades PAW Desa Bejijong yang mendaftar diharuskan untuk melengkapi persyaratan yang sudah ditentukan dan ditetapkan oleh panitia. Itupun sesuai dengan tata tertib (Tatib) yang sudah ditetapkan sebelum dibukanya pendaftaran pencalonan pemilihan Kepala Desa PAW Desa Bejijong.

 

“Ada sebanyak 4 bakal calon yang saat itu maju dan mendaftar menjadi bakal calon Kades PAW Desa Bejijong. Padahal ketentuannya paling banyak 3 bakal calon yang nantinya akan kita tentukan sebagai bakal calon terpilih Kades PAW Desa Bejijong,” ujarnya.

 

Semua bakal calon, lanjut Edi, yang mendaftar diharuskan melengkapi persyaratan yang sudah ditentukan. Dan sesuai hasil keputusan musyawarah anggota panitia juga dari pihak BPD, panitia sepakat memutuskan bahwa pada tanggal 24 Desember 2021 pendaftaran terakhir bagi bakal calon Kades PAW Desa Bejijong pada pukul 14.00 WIB sesuai aturan aktifitas kerja di Desa Bejijong.

 

“Dengan tegas sudah kita tetapkan berdasarkan keputusan musyawarah panitia pemilihan Kades PAW Desa Bejijong bersama BPD Desa Bejijong, jika bakal calon Kades PAW Desa Bejijong yang mendaftar dan memasukkan kelengkapan berkas persyaratan melebihi batas waktu jelas kita tolak dan membuat serta menandatangani surat berkas pernyataan keterlambatan memasukan berkas,” beber Edi Purnomo. (joe/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar