Pengabdian Masyarakat LPPM UTM, Mahasiswa UTM Bantu Mengatasi Permasalahan Gizi Buruk Dengan Berbagi Makanan Sehat dan Vitamin

BANGKALAN – Dalam rangka pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat, mahasiswa program studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini tahun 2018 yang didampingi oleh Ibu Dias Putri Yuniar M. Pd. Menyelenggarakan berbagi makanan sehat dan Penyuluhan yang mengangkat tema “Peningkatan Kesadaran Orang Tua dalam Penanganan Gizi Buruk pada Anak Untuk Menuju Keluarga Sadar Gizi” pada tanggal 16 November 2021 di Polides Banangkah.

Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura melakukan kegiatan penyuluhan gizi dan berbagi makanan sehat pada anak yang mengalami gizi buruk di Polindes Banangkah, yang diikuti oleh lima peserta. Kegiatan penyuluhan dilakukan untuk meningkatkan pemahaman orang tua tentang pentingnya gizi seimbang pada anak,dan meningkatkan pemahaman orang tua tentang  macam-macam status gizi, gejala gizi buruk serta penangannya.

Kegiatan penyuluhan ini bertepatan dengan kegiatan posyandu yang dilakukan setiap sebulan sekali, yaitu penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan. Setelah dilakukan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan, terdapat 2 anak yang berstatus gizi normal, dan 3 anak berstatus gizi buruk. Dari 3 anak yang berstatus gizi buruk, terdapat 1 anak yang mengalami penurunan berat badan. Salah satu petugas Polindes bertanya kepada ibu dari anak tersebut “ Mengapa anak ibu mengalami penurunan berat badan dan apa penyebabnya ?” Tanya Uus.

“ Iya bu, anak saya belakangan ini tidak mau makan dan vitamin yang di berikan juga tidak diminum karena vitaminnya berupa bubuk bukan sirup” Jawab Siti Asma.

“ Iya bu, insyaallah dari pihak mahasiswa akan melakukan kunjungan secara home to home untuk memberikan vitamin “Ujar Miftahul Jannah

Setelah kegiatan penyuluhan selesai, mahasiswa UTM meminta kepada ibu yang mempunyai anak berstatus gizi buruk agar tetap di Polindes, karena kami mahasiswa UTM ingin berbagi makanan sehat pada anak berupa, susu, biskuit, cemilan anak, mentega, dan telur. Dan salah satu mahasiswa UTM yang bernama Herlinda Mauludiyah menjelaskan bahwa pemberian makanan sehat ini tidak hanya diberikan hanya satu kali tetapi pemberian makanan sehat ini akan diberikan kembali dengan isi yang berbeda untuk bulan selanjutnya. Dan akan melakukan pemantauan untuk BB dan TB anak secara rutin untuk mengetahui perkembangan anak tersebut.

Tujuan pemberian makanan sehat ini untuk membantu ibu-ibu yang mempunyai anak berstatus gizi buruk dalam mencapai pola konsumsi makanan yang sehat serta dapat membantu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu-ibu yang mempunyai anak berstatus gizi buruk dalam mengkonsumsi makanan yang bergizi,” ujar Nur Aida.

 

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar