Gus Barra saat menyerahkan berkas pendaftaran ke panitia Konfercab GP Ansor Kab Mojokerto ke XVIII  (FOTO/IST) 

Siapa Ketua GP Ansor Kabupaten Mojokerto 2021 – 2025 ? Akan Ditentukan Hari Ini 

— Gus Barra : Ideologi Ekstrem Jadi Tantangan Kader

MOJOKERTO (jurnalMojo.com) – Teka teki siapa yang bakal merebut tongkat komando Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Mojokerto 2021 – 2025 akan terjawab hari ini, Minggu (12/12/2021).

 

Konfercab GP Ansor ke-XVIII bertema Konsisten Mengawal Kiai dan NKRI, di wisma PC NU Kabupaten Mojokerto, akan memperebutkan 314 hak suara dari Pengurus Anak Cabang (PAC) yang terakreditasi A maupun B.

 

Wakil Bupati (Wabup) Mojokerto Muhammad Albarraa, sekaligus salah satu bakal calon (bacalon), menuturkan, siapa pun yang terpilih nantinya, dirinya berharap agar amanah yang diberikan dianggap sebagai khidmat kader kepada Nahdlatul Ulama (NU). Termasuk, ketika menghadapi dan menjawab tantangan zaman ke depan. ”Terutama, dalam hal ideologi,” tutur Gus Barra, begitu Muhammad Albarraa akrab disapa, Sabtu (11/12/2021).

 

Putra pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Amanatul Ummah, Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, KH Asep Saifuddin Chalim ini, menegaskan, saat ini bangsa Indonesia sedang dihadapkan dengan ancaman ideologi ekstrem. Di mana, lanjut dia, jika ideologi keras tersebut tidak dibendung, dikhawatirkan justru akan mengancam harmonisasi bangsa dan negara. “Ini adalah PR (pekerjaan rumah) bersama. Maka, kita sebagai (kader) Gerakan Pemuda Ansor harus siap menghadapi hal itu,” tegasnya.

 

Saat pendaftaran Jumat (10/12) kemarin, Gus Barraa didukung oleh tiga PAC plus 20 ranting. Meliputi, PAC GP Ansor Trowulan, Gedeg, dan Jetis. Selain Gus Barraa, empat tokoh muda NU lainnya juga turut mencalonkan diri. Mereka adalah putra pengasuh Ponpes Salafiyah Al Mishbar, Dusun Karangnongko, Desa Mojoranu, Kecamatan Sooko, KH M. Chusaini Ilyas, M. Syukron Fahmi (Gus Fahmi); incumbent M. Ali Nasikh (Gus Ali), Muhammad Mahbullah (Gus Mahbub), dan Samsul Ma’arif.

 

Empat calon tersebut telah menyerahkan dukungan, masing-masing dari minimal 3 PAC plus 20 ranting sebagai persyaratan pencalonan. Menunjukkan bukti dokumen pernah mengikuti tahapan kaderisasi hingga jenjang PKL (pelatihan kader lanjutan). Serta mengabdi sebagai pengurus GP Ansor, baik tingkat PC maupun PAC selama dua tahun.

 

Wakil Bupati Mojokerto ini menambahkan, di samping mempersiapkan diri menghadapi tantangan ideologi ekstrem, GP Ansor juga harus terus mengembangkan kaderisasasi yang kebih masif. Dengan menyentuh lingkungan masyarakat, hingga kalangan santri di pesantren-pesantren. ”Agar generasi bangsa kita menjadi generasi yang rahmatan lil alamin,” urainya.

 

Ketua Panitia Pelaksana Konfercab GP Ansor Kabupaten Mojokerto ke-XVIII Anshor Ibnu Rido menyatakan, sedianya Konfercab yang direncanakan mulai pukul 08.00, ini akan dihadiri tokoh NU dan GP Ansor.

 

Dijadwalkan hadir adalah Menteri Agama (Menag) sekaligus Ketua PP GP Ansor KH Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yakut), Ketua PW GP Ansor Jatim H. Syafiq Syauqi (Gus Syafiq), Ketua Tanfidziyah KH Abdul Adzim Alwy, dan Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati. ”Diawali dengan pembukaan Konfercab, lalu dilanjutkan tahapan sidang pleno,” ungkapnya.

 

Sesuai jadwal, ada beberapa agenda sidang yang akan diikuti peserta. Terbagi atas sidang pleno I (pembahasan tatib konferensi) dan sidang komisi, sidang pleno II (laporan pengesahan hasil sidang komisi), pleno III (laporan pertanggung jawaban PC GP Ansor), dan terakhir sidang pleno IV (pemilihan). ”Mekanisme pemilihannya seperti apa, nanti PW (pengurus wilayah) yang memimpin,” beber dia.

 

Kendati demikian, jika dalam pemilihan nanti disepakati musyawarah mufakat atau pemilihan langsung, panitia sudah menyiapkan beberapa skenario. Di antaranya, menyediakan surat suara dan kotak surat suara berbeda, menyesuaikan bobot nilai akreditasi masing-masing PAC/ranting. ”PAC atau ranting yang mendapat nilai A mendapat 2 suara. Sedangkan, nilai akreditasi B hanya satu suara,” pungkas dia. (est/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar