Ketua PW GP Ansor Jawa Timur (Jatim) Syafiq Syauqi (Gus Syafiq) saat membuka Pelatihan Assesor Akreditasi GP Ansor (FOTO/IST) 

Lima Bacalon Ketua GP Ansor Kabupaten Mojokerto Dipastikan Menyerahkan Formulir Pendaftaran

MOJOKERTO (jurnalMojo.com) – Dua hari jelang pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten ke XVIII, lima bakal calon dipastikan mendaftar ke panitia pelaksana.

 

Kelima nama tokoh muda Nahdlatul Ulama yang senter diperbincangkan masing-masing, Wakil Bupati (Wabup) Mojokerto Muhmmad Albarraa (Gus Barra), putra pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto, KH Asep Saifuddin Chalim,  dan Muhamad Syukron Fahmi (Gus Fahmi), putra pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Al Mishbar, Sooko, Mojokerto, KH M. Chusaini Ilyas.

 

Sedangkan, tiga nama lainnya ada nama incumbent  M. Ali Nasikh (Gus Ali), Muhammad Mahbubullah (Gus Mahbub) dari Pacet, serta Ketua PAC GP Ansor Mojosari Samsul Ma’arif.

 

Sumber diinternal PC GP Ansor Kabupaten Mojokerto mengungkapkan, bahwa lima kader potensial GP Ansor masih menjadi perbincangan antar kader jelang konfercab.

 

Sejumlah kader potensional yang bakal bertarung di Konfercab pada Minggu (12/12/2021) lusa, panitia pelaksana melakukan tahapan pendaftaran. Tahapan ini dimaksudkan sekaligus mempermudah proses penjaringan dan pemeriksaan berkas administratif.

 

”Kita buka pengambilan formulir pendaftaran selama dua hari, Kamis-Jumat (9-10/12),” ungkap Ketua Panitia Pelaksana Konfercab PC GP Ansor Kabupaten Mojokerto Anshor Ibnu Rido.

 

 

Tahapan pengambilan formulir, lanjut Anshor, dimaksudkan mempermudah penyeleksian berkas persyaratan bacalon. ”Untuk mempermudah saja. Apakah bacalon yang mendaftar itu sudah memenuhi syarat atau belum,” imbuhnya.

 

Anshor menjelaskan, sesuai amanah peraturan organisasi (PO) PC GP Ansor, setidaknya terdapat beberapa persyaratan yang wajib dipenuhi bacalon. Antara lain, bacalon sudah harus menjalani masa kaderisasi hingga tahap Pelatihan Kader Lanjutan (PKL), atau setara Susbalan bagi anggota Banser. Sudah mengabdikan diri dalam kepengurusan GP Ansor atau dalam struktur Pengurus Cabang (PC) Nadhlatul Ulama (NU) Kabupaten Mojokerto selama tiga tahun.

 

Tak hanya itu, bacalon harus mengantongi dukungan atau rekomendasi dari minimal 3 Pengurus Anak Cabang (PAC), plus minimal 20 ranting (setingkat desa/kelurahan).

 

”Namun, jika nanti ada yang mendaftar saat pelaksanaan Konfercab berlangsung, sepenuhnya kami kembalikan kepada pimpinan sidang,” tegas dia.

 

Anshor mengakui memang tahapan pengambilan dan pengambilan formulir yang dijadwalkan selama dua hari tersebut tidak diatur dalam PO. Namun, hal itu dilakukan atas dasar inisiatif panitia demi mempermudah proses pemeriksaan berkas syarat pencalonan.

 

”Artinya, kalau ada bacalon yang menyerahkan berkas pendaftaran boleh-boleh saja. Itu sudah kewenangan dari PW GP Ansor Jatim sebagai pimpinan sidang pengendali pemilihan,” tandasnya.

 

Jelang pelaksanaan Konfercab ke-XVIII bertema: Konsisten Mengawal Kiai dan NKRI, kalangan kader dari tingkat kepengurusan ranting hingga PAC intens melakukan konsolidasi. Konsolidasi ini sekaligus sebagai sarana untuk menjatuhkan dukungan dalam bentuk rekomendasi kepada bacalon.

 

Meskipun hingga tadi malam belum ada yang mengembalikan formulir pendaftaran bacalon, di sisi lain komunikasi tingkat PAC dan ranting sangat dinamis. Bahkan, dari 18 PAC dan 314 ranting se-kabupaten, dikabarkan rekomendasi bakal merata kepada lima nama bacalon.

 

Koordinator Wilayah Metropolis (Mojokerto dan Jombang) PW GP Ansor Jawa Timur Buddi Mulya mengungkapkan, kendati bursa pencalonan ketua PC GP Ansor Kabupaten Mojokerto periode 2021-2025 hangat diperbincangkan, dia berharap proses pemilihan akan berjalan arif dan kondusif.

 

”Syukur jika nanti proses pemilihan disepakati aklamasi melalui forum musyawarah mufakat. Itu akan lebih baik,” tutur politisi muda dari Gerindra ini.

 

Pria yang juga menjabat sebagai kepala Sekretariat dan Markas Satkorwil Banser Jatim ini menambahkan, musyawarah mufakat di samping telah menjadi bagian dari tradisi NU, juga lebih mengedepankan asas manfaat yang lebih besar.

 

”Yang penting secara kapasitas organisasi, visi-misi, dan ghirah membesar GP Ansor ini bacalon mumpuni. Tanpa ada tendensi kepentingan pribadi maupun politik,” pungkas Buddi. (est/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar