Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab saat memberikan BLT secara simbolis pada buruh tani dan buruh pabrik rokok (Elok Aprianto/jurnalMojo.com) 

Ribuan Buruh Tani dan Buruh Pabrik Rokok di Jombang, Dapat BLT 

Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab (Elok Aprianto/jurnalMojo.com)

JOMBANG (jurnalMojo.com) — Sedikitnya ada 7.894 warga di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, yang berstatus buruh tani dan buruh pabrik rokok, mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT).

 

BLT dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) tahun 2021 ini, diserahkan secara simbolis oleh Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab.

 

Penyerahan bantuan ini dilaksanakan pada hari, Senin (6/12) di Pendopo Kecamatan Ploso. Selain Bupati, hadir pula wakil ketua DPRD Jombang, Farid Alfarisi, ketua Ketua Komisi B DPRD Sunardi, Staf Ahli  Bidang Keuangan, Ekonomi, dan Pembangunan, Fahrudin  Widodo.

 

Selain itu hadir pula, asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs Purwanto,  Kepala Dinas Sosial Hari Purnomo, AP., Kabag Perekonomian, Aminatur Rokhiyah, Camat Ploso Tridaya Purnomo, Forpimcam Ploso dan masyarakat penerima BLT.

 

Menurut keterangan Kabag Perekonomian Setdakab Jombang, Aminatur Rokhiyah, dana BLT disalurkan melalui Bank Jombang, diterimakan kepada 4.449 orang buruh tani yang tersebar di 37 desa berada di lima kecamatan penghasil tanaman daun tembakau di utara wilayah Brantas, yaitu Kecamatan Ploso, Kecamatan Kabuh,  Kecamatan Kudu, Kecamatan Ngusikan, dan Kecamatan Plandaan.

 

Lebih lanjut Aminatur mengatakan, untuk buruh pabrik rokok yang memperoleh BLT sebanyak 3.445 orang. Mereka merupakan karyawan pabrik rokok MPS Ploso, MPS Perak, MPS Ngoro dan 4 UKM Rokok lainnya di wilayah Kabupaten Jombang. “Pabrik-pabrik rokok itu, merupakan parbik berizin yang produk rokoknya sudah dilekati cukai, sesuai ketentuan,” tegasnya.

 

Ia merinci, dana BLT yang diterimakan senilai Rp 1.200.00,- dengan rincian per bulan Rp 300.000,- per orang, dengan menunjukkan foto copy  KK dan KTP sesuai nama teregister.

 

Sedianya dana DBHCHT tersebut, jelas, Aminatur Rokhiyah, diberikan secara dua tahap, untuk bulan September-Oktober diberikan pada Oktober, dan untuk bulan Nopember-Desember.

 

“Dikarenakan dananya baru ditransfer dari Kementrian Keuangan bulan Desember, sehingga diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sekaligus, empat bulan pada Desember,” tukasnya.

 

Sementara itu, Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahap dihadapan warga KPM mengajak untuk bersyukur dan mendo’akan kepada pimpinan daerah dan negara, mulai Presiden, Menteri, Gubernur, Bupati, DPR-nya, dan semua pihak agar selalu sehat, sehingga bisa memikirkan kesejahteraan rakyatnya.

 

“Saya ucapan terima kasih kepada Bagian Perekonomian, yang sudah berusaha mencairkan dana BLT tepat waktu dan tepat sasaran. Semoga rezeki ini barokah. Dengan bersyukur, Insya Allah, rezeki yang kita terika bisa bermanfaat untuk keluarga,” ucap Bupati.

 

Bupati juga mengingatkan, agar putra-putri keluarga buruh tani jangan sampai bekerja pada pabrik rokok illegal. Karena pabrik rokok illegal, tidak menggunakan cukai, jelas merugikan  negara. Padahal hasil pungut barang cukai rokok, pemanfaatannya dikembalikan lagi untuk pembangunan berbagai sektor.

 

“Salah satu diantaranya, yang diterimakan saat ini, yakni untuk membantu pemulihan ekonomi, meningkatkan daya beli dan menambah kesejahteraan masyarakat,” paparnya.

 

Dalam kesempatan Bupati juga menghimbau, apabila warga masyarakat menjumpai rokok polosan tidak menggunakan cukai atau rokok yang ditempeli cukai namun tidak tepat peruntukkannya, segera melapor kepada pihak berwajib.

 

“Bisa melalui Kepala Desa, Babinsa, Babinkamtibmas, Camat atau pihak kepolisian agar ditindak sesuai ketentuan perundang-undangan di bidang cukai,” kata Bupati.

 

Bupati juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada warga masyarakat Kabupaten Jombang yang patuh terhadap himbauan pemerintah atas pandemi Covid-19. Kepatuhan itu, memberi dampak positif, sehingga  status Kabupaten Jombang masuk level-1.

 

“Dengan level-1 kegiatan masyarakat seperti  yasinan, hajatan dan sejenisnya, menggelar musik elektun dengan  penonton jumlah terbatas boleh dilaksanakan,  namun tetap harus menerapkan atau mengikuti protokol kesehatan, menjaga jarak, mengenakan masker, dan tidak boleh berkerumun,” ucapnya.

 

Sekali lagi, sambung Bupati, kepada masyarakat untuk tetap patuh protokol kesehatan. Pemerintah pada 24 Desember 2021 hingga tanggal 2 Januari 2022, akan kembali merapkan PPKM level-3. Hal ini dilakukan agar saat liburan, tidak muncul varian jenis Covid baru di lingkungan kita.

 

“Semoga kita semua diparingi sehat, dan Covid-19 atau bentuk varian apapun namanya segera minggat, diangkat oleh Allah SWT, sehingga kita bisa beraktivitas seperti sediakala, perekonomian kita bisa segera pulih, bangkit,” pungkas Bupati.(elo/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar