Pekerjaan proyek rehabilitasi jalan KH Wahid Hasyim yang sudah mulai retak (Elok Aprianto/jurnalMojo.com)

Proyek Jalan KH Wahid Hasyim Terancam Molor, Dewan Panggil Dinas Perkim

Suasana rapat dengar pendapat antara komisi C dan Dinas Perkim Jombang (Elok Aprianto/jurnalMojo.com)

JOMBANG (jurnalMojo.com) — Pelaksanaan pembangunan proyek rehabilitasi trotoar dan drainase jalan KH Wahid Hasyim terancam molor, wakil rakyat di gedung DPRD Jombang, Jawa Timur panggil dinas Perkim setempat.

Melalui komisi C DPRD Jombang, wakil rakyat mempertanyakan kualitas dan progres pekerjaan proyek rehabilitasi trotoar dan drainase yang anggarannya mencapai puluhan miliar tersebut.

Sekretaris Komisi C DPRD Jombang Maya Novita mengatakan, rapat dengar pendapat (RDP) ini dilakukan, menyusul adanya laporan dari masyarakat terkait pembangunan yang menelan anggaran Rp 16,7 miliar tersebut.

”Jadi ada beberapa masukan dan laporan dari masyarakat terkait kualitas proyek di jalan KH Wahid Hasyim,” ujar Novi pada sejumlah jurnalis, Kamis (04/11/2021).

Lebih lanjut ia menambahkan, masyarakat mengeluhkan kualitas dalam pembangunan proyek tersebut. Pasalnya, banyak sekali kerusakan pada bangunan yang masih dalam proses pengerjaan itu. ”Jadi kami meminta untuk melakukan perbaikan kualitasnya. Minta pertanggung jawabannya,” katanya.

Ia menegaskan, upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembangunan yang ada di Kabupaten Jombang. ”Karena masyarakat juga ingin membangun Jombang menjadi lebih indah lagi,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Jombang, Choirul Anam mengatakan, tidak hanya melakukan RDP ini saja. Pihaknya juga mengagendakan untuk mengecek kondisi di lapangan.

“Rencana Senin depan ini kami akan melakukan pengecekan. Ini untuk mengetahui kualitas pembangunannya seperti apa,” paparnya.

Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan itu, Komisi C akan kembali melakukan pemanggilan lagi ke Dinas Perkim, pelaksana dan pengawas proyek.

”Jadi nanti hasil turun ke lapangan akan menjadi evaluasi hearing dengan Dinas Perkim. Itu nantinya juga akan menjadi acuan kami memberikan rekomendasi apakah dibongkar atau dilakukan perbaikan,” pungkas Choirul.(elo/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar