Bupati Jombang, beserta Kapolres Jombang, Dandim Jombang saat meninjau kesiapan peralatan penanggulangan bencana di Jombang. (Humas Pemkab Jombang for jurnalMojo.com)

Personel Gabungan Siaga Penanggulangan Bencana di Jombang

Bupati Jombang dan Forkopimda Jombang usai meninjau peralatan penanggulangan bencana. (Humas Pemkab Jombang for jurnalMojo.com)

JOMBANG (jurnalMojo.com) — Sejumlah personel gabungan dari berbagai unsure, mengikuti apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana di lapangan Pemkab Jombang, Jawa Timur pada, Senin (25/10). Pasukan gabungan tersebut terdiri dari jajaran Pemkab Jombang, TNI-Polri, Basarnas, BPBD Jombang.

Apel tersebut diikuti seluruh jajaran Forkopimda Jombang. Dandim 0814 Jombang Letkol (inf) Triono, Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho, serta sejumlah personel berseragam lengkap lainnya.

Dalam apel kesiapsiagaan itu, seluruh personel disiapkan untuk mengantisipasi terjadinya bencana di Jombang. Bencana yang diakibatkan parameter meteorologi seperti curah hujan, kelembapan, temperatur, dan angin. Mulai dari banjir, angin puting beliung.

Apel yang dipimpin langsung oleh Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab, juga melakukan pengecekan dan melihat kesiapan para personel. Pengecekan itu, juga diikuti oleh jajaran Forkopimda Jombang dan Kapolres Jombang, serta Polsek jajaran.

Dalam amanatnya Bupati Jombang menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada seluruh personel TNI, Polri, BPBD, Nakes dan seluruh stakeholder lainnya beserta masyarakat Jombang yang bersama-sama telah mendedikasikan seluruh waktu, tenaga serta pikiran dalam rangka penanganan covid 19 di wilayah Kabupaten Jombang.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Jombang dan Pribadi saya menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada TNI, Polri, BPBD, Tenaga Kesehata, seluruh stakeholder dan yang lainnya yang telah bersama bersinergi dengan seluruh masyarakat Kabupaten Jombang dalam menangani pendemi Covid19,” terang Bupati.

“Sehingga saat ini kita sudah bisa melewati masa-masa kritis pandemi Covid 19. Namun demikian, saya berharap kepada seluruh komponen masyarakat Jombang tetap waspada dengan tetap patuh protokol kesehatan pencegahan Covid19 serta meningkatkan kegiatan vaksinasi”, tutur Bupati.

Bupati menyebut bahwa sejak tahun 2020 Bangsa Indonesia dihadapkan pada berbagai bencana, baik bencana alam maupun non alam berupa pandemi covid-19, sehingga dalam penanganan bencana tersebut selain memperhatikan faktor evakuasi korban bencana alam juga harus memperhatikan protokol kesehatan agar dalam penanganannya tidak menimbulkan kluster baru penyebaran Covid 19.

Lebih lanju Bupati menyebut, intensitas dan kompleksitas bencana di era modern ini telah menimbulkan korban jiwa, kerusakan dan kerugian yang besar serta sangat mengganggu aktifitas, dan produktivitas baik untuk keberlangsungan dunia usaha dan mata pencaharian masyarakat serta pembangunan nasional.

“Saat ini akan memasuki musim penghujan, berdasarkan data dari BMKG wilayah Jawa Timur, musim penghujan pada bulan November dan puncaknya pada bulan Januari hingga Februari tahun 2022, bahkan untuk musim hujan saat ini dimungkinkan mengalami peningkatan intensitas curah hujan, maka perlu kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi lanjutan dari curah hujan tinggi yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi. Untuk mengantisipasi hal tersebut masyarakat dan semua pihak terkait dengan pengelolaan sumber daya air dan pengurangan risiko bencana yang berada di wilayah yang berpotensi terdampak bencana, agar bersiap segera melakukan langkah pencegahan dan mitigasi terhadap peningkatan potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang, angin kencang atau puting beliung ataupun ancaman badai tropis lainnya”, tegas Bupati.

Sementara itu Kapolres Jombang meneggaskan, jika nantinya petugas gabungan ini akan melakukan pengecekan secara berkala ke lokasi tanggul kritis, yang rawan jebol. “Ya nanti kita bicarakan untuk pengecekan hal itu,” kata Kapolres.

Selain itu Kapolres menyebut, pihaknya saat ini fokus untuk melakukan droping air bersih di sejumlah wilayah yang rawan kekeringan. “Kita dan dari Kodim ada beberapa titik yang mulai kesulitan air dan kita bekup,” tegas Kapolres.

Kapolres menilai, keberhasilan penanggulangan bencana ini tentunya bergantung pada sistem penanggulangan bencana dengan penunjang sarana dan prasarana yang mumpuni. Serta koordinasi yang baik antar stakeholder dan masyarakat di wilayah rawan bencana.

“Dengan adanya potensi itu, maka kita harus siap siaga dalam mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi, salah satunya bencana hidrometeorologi. Apel ini sebagai bentuk kesiapsiagaan seluruh elemen di Jombang,” pungkas Kapolres.

Pelru diketahui, beberapa Kecamatan yang termasuk rawan bencana di Kabupaten Jombang, diantaranya Wonosalam, Bareng, Mojowarno, Mojoagung, Kesamben, Kabuh, Ploso dan Sumobito serta terdapat 32 desa rawan bencana dengan klasifikasi tinggi dari 306 Desa/ Kelurahan yang ada di Kabupaten Jombang.(elo/adv)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar