Peserta pelatihan mencanting dan pewarnaan alami saat melakukan praktek mengemal batik (Elok Aprianto/jurnalMojo.com)

Ikuti Pelatihan Mencanting dan Pewarnaan Alami, Puluhan Peserta Mendapatkan Metode Cepat Membatik

Peserta pelatihan saat melihat teknik cap batik (Elok Aprianto/jurnalMojo.com)

JOMBANG (jurnalMojo.com) — Puluhan peserta pelatihan mencanting dan pewarnaan alami yang diselenggarakan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Jombang, Jawa Timur bakal menerima sejumlah tekni mebatik secara cepat.

Pasalnya, hanya dalam 10 hari pelatihan, peserta pelatihan akan bisa membuat karya berupa kain batik hasil buatannya sendiri. Bahkan, karya kain batik tersebut akan disalurkan ke gerai batik yang ada di Jombang.

Menurut penjelasan Nusa Amin, selakau pemateri pelatihan mencanting dan pewarnaan alami. Peserta pelatihan akan menerima pelatihan mencanting dan system pewarnaan alami. “Kita berikan pengenalan pewarna alam, metodenya dan teknik pewarnaan alam,” ungkap Amin, pemilik Batik Berkah Mojo, Mojostrisno Mojoagung, Jumat (15/10/2021).

Lebih lanjut Amin menjelaskan jika peserta pelatihan akan diberikan teknik khusus membatik yang sederhana.

“Yang kita ajarkan teknik pewarnaan batik yang sederhana tapi bisa jadi. Ini bukan dasar ya tapi bisa langsung dipakai. Karena ini tekniknya sudah saya teliti sejak lama,” katanya.

Ia menegaskan jika dalam pelatihan ini, peserta akan difokuskan pada teknik pewarnaan batik alami. Lantaran, tekni ini sangat ramah lingkungan, dan bahan pewarnanya dari tanaman yang ada di sekitar lingkungan rumah.

“Karena ini ramah lingkungan, dan sumber pewarna pun ada di sekitar kita, hanya saja kita yang tidak tau,” tegasnya.

Ia menjelaskan jika pada hari pertama pelatihan, peserta akan dikenalkan dengan bahan pewarna alam.

“Selanjutnya kita akan ngemal di selembar kain. Kemudian besoknya kita akan mencanting, kemudian kain yang sudah decanting itu akan diwarnai dengan warna alam, dan berproses terus,” ucapnya.

Ia berharap, usai mengikuti pelatihan, nantinya para peserta ini bisa mencanting di rumahnya masing-masing. Sehingga memunculkan tenaga mencanting kedepannya.

“Harapannya setiap peserta bisa produksi sendiri, karena nanti peserta akan mendapatkan alat untuk mencanting, dan hasilnya bisa dipasarkan sendiri, atau melalui kita pemasarannya. Yang penting peserta bisa menyerap ilmu,” paparnya.

Ia menyebut, nantinya peserta pelatihan bisa menjadi tenaga mencanting, mengingat di Jombang sangat minim tenaga mencanting.

“Hasil karya batik tulis di Jombang ini bukan murni pencanting orang Jombang, biasanya dia bikin motif batik Jombang terus dilempar ke Tuban, ke Wonogiri, Tulungagung, di Jombang ini hanya bikin desainya saja, dan mencantingnya di Kabupaten lain, lalu dikembalikan ke sini, kemudian baru diwarnai dengan warna alam,” pungkasnya.

Sementara itu, Fatih Kurnia Sukma, salah satu peserta pelatihan mencanting dan pewarnaan alami, mengaku ingin memiliki keahlian mencating sendiri. Lantaran ia ingin memiliki karya batik tulis, hasil buatannya sendiri.

“Saya belum pernah ikut pelatihan mencanting, harapannya bisa memiliki ilmu lagi. Ya saya ingin memiliki keahlian mencanting sendiri, sehingga bisa berkolaborasi dengan pembatik Jombang,” tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Dinas  Perindustrian dan Perdagangan (Disdagrin) Kabupaten Jombang, Jawa Timur, meggelar pelatihan mencanting dan pewarnaan alami. Kegiatan ini dilakukan di aula pertemuan Pesona Batik Jombang, pada Kamis (14/10).

Kepala Disdagrin Jombang, Hari Oetomo menjelaskan, kegiatan pelatihan ini merupakan acara disdagrin kabupaten Jombang melalui bidang industri untuk melakukan koordinasi, sinkronisasi dan pelaksanaan pemberdayaan industry.

“Dengan kegiatan ini kita mengajak peran serta masyarakat, melalui pelatihan tenaga mencanting dan pewarnaan alami,” terang Hari pada sejumlah jurnalis, di lokasi pelatihan.
Lebih lanjut ia menerangkan jika kegiatan ini diikuti oleh puluhan peserta yang berasal dari sejumlah wilayah yang ada di Kabupaten Jombang. “Peserta 15 orang, selama 10 hari pelatihannya,” ungkap Hari.

Ia menyebut, Disdagrin Jombang memfasilitasi peserta pelatihan mencanting, mulai dari makanan minuman serta peralatan untuk membatik. “Semuanya kita fasilitasi, mulai dari bahan praktek, uang saku, makanan, dan termasuk alat-alatnya peserta,” ujar Hari.

Ia menegaskan jika adalam pelatihan kali ini, peserta pelatihan difokuskan dalam metode mencanting pewarnaan alami. Sehingga nantinya hasil batik yang dihasilkan menjadi batik ramah lingkungan. “Fokus mencanting pewarnaan alami,” ucapnya.(elo/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar