Kantor Bapedda Kabupaten Jombang (Elok Aprianto/jurnalMojo.com)

Bapedda Gelar Lomba Desain Landmark Jombang, Ini Alasannya

JOMBANG (jurnalMojo.com) — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang, Jawa Timur melalui badan perencanaan pembangunan daerah (Bapedda) menggelar lomba landmark Kabupaten Jombang.

Kepala Bapedda Jombang, Danang Praptoko menjelaskan, Jombang adalah kabupaten yang terletak di bagian tengah Provinsi Jawa Timur. Jombang dikenal dengan sebutan Kota Santri karena banyaknya institusi pendidikan Islam (pondok pesantren).

Bahkan, sambung Danang, ada pameo yang mengatakan Jombang adalah pusat pondok pesantren di tanah Jawa karena hampir seluruh pendiri pesantren di Jawa pasti pernah berguru di Jombang.

“Di antara pondok pesantren yang terkenal adalah Tebuireng, Denanyar, Tambak Beras, dan Darul Ulum (Rejoso),” terang Danang, Jumat (15/10/2021).
Selain itu, ia menyebut, banyak tokoh terkenal Indonesia yang dilahirkan di Kabupaten Jombang.

“Presiden Republik Indonesia ke-4 yaitu KH Abdurrahman Wahid, Semaun, pahlawan nasional KH Hasyim Asy’ari dan KH Wahid Hasyim, tokoh intelektual Islam Nurcholis Madjid dan budayawan Emha Ainun Najib,” paparnya.

Lebih lanjut Danang menjelaskan, konon, kata Jombang merupakan akronim dari kata berbahasa Jawa yaitu ijo (Indonesia: hijau) dan abang (Indonesia: merah). Ijo mewakili kaum santri (agamis), dan abang mewakili kaum abangan (nasionalis/kejawen).

“Kedua kelompok tersebut hidup berdampingan, dan harmonis di Kabupaten Jombang. Bahkan kedua elemen ini digambarkan dalam warna dasar lambang daerah Kabupaten Jombang,” ujarnya.

Jika ditinjau dari aspek sejarah, Jombang merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur yang memiliki sejarah, kisah, dan budaya sangat menarik untuk dipelajari lebih dalam.

“Dr. Ayu Sutarto dalam pemetaan budaya Jawa Timur, memasukkan Jombang sebagai daerah yang memiliki etnis budaya arek. Alasannya, karena budaya arek di Jombang tampak menonjol. Hal ini terlihat dari dialek arek yang sangat kental pada pertunjukan besutan, ludruk, wayang topeng, wayang krucil, maupun wayang cekdongan,” katanya.

Ia mengaku, pada dasarnya yang lebih tepat adalah Jombang merupakan miniatur Jawa Timur, bahkan miniatur Indonesia, sebab Jombang merupakan wilayah yang multikultur. Hal ini disebabkan wilayah Jombang merupakan titik perpaduan dari semua kebudayaan.

“Menjadi batas atau titik pertemuan budaya  jawa yang besar, yaitu budaya  arek dan budaya mataraman. Ada juga yang menyebut bahwa makna dari kedua warna ini ijo dan abang merupakan simbol dari kemajemukan kultur yang terbentuk di Jombang,” ucapnya.

Untuk menjaga nilai-nilai karakteristik lokal Jombangan dan mewujudkan Jombang mempunyai identitas yang kuat diperlukan upaya untuk melestarikan nilai-nilai karakteristik lokal tersebut.

“Salah satu upayanya adalah dengan membangun penanda atau tetenger yang ikonik dan menarik di lokasi perbatasan baik itu di pintu masuk atau gerbang wilayah Kabupaten Jombang maupun pintu masuk ke wilayah pusat perkotaan Jombang,” ungkap Danang.

Ia menegaskan hal ini dimaksudkan untuk bisa memberi kesan yang mendalam bagi pengunjung luar Jombang disamping menjadi kebanggaan warga Jombang sendiri guna mengembangkan daerahnya untuk ikut serta berkompetisi atau berdaya saing untuk menjadikan wilayah dengan tujuan aktifitas Pendidikan, Perdagangan, investasi hingga Pariwisata.

“Gagasan ini muncul dikarenakan penanda di beberapa pintu masuk ke Kabupaten Jombang dari kabupaten tetangga masih dirasakan kurang lengkap atau kurang memberi kesan yang kuat sebagai penanda masuk wilayah Jombang. Termasuk pintu masuk ke wilayah perkotaan,” paparnya.

Ia mengatakan, selain itu masih belum menggambarkan karakteristik lokal Jombang sebagai kota santri dan kaya akan seni budaya yang dimiliki.

“Untuk itu Pemerintah Kabupaten Jombang berinisiatif ingin membangun tetenger (landmark) di beberapa pintu masuk wilayah administrasi Kabupaten Jombang atau masuk wilayah perkotaan Jombang yang mencirikan karakteristik lokal Jombang sebagai kota santri yang kaya akan nilai budaya,” imbuhnya.

Untuk mewujudkan gagasan tersebut Bappeda Kabupaten Jombang selaku Perangkat Daerah di Pemerintah Kabupaten Jombang yang mempunyai tugas pokok dan fungsi di bidang perencanaan akan menyelenggarakan Lomba Desain Landmark Kabupaten Jombang Tahun 2021. Dengan tema lomba “Desain Karakteristik Lokal yang Mencirikan Jombang sebagai Kota Santri dan Seni Budaya,”

“Penghargaan bagi pemenang ( 5 Nominator ) Lomba Desain Landmark Kabupaten Jombang Tahun 2021 secara keseluruhan sebesar Rp. 50.000.000,- ( Lima Puluh Juta Rupiah ) dalam bentuk uang tunai dengan rincian masing-masing,” tukasnya.(elo/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar