Pembukaan pelatihan mencanting dan pewarnaan alami di tempat Pesona Batik Jombang. (Elok Aprianto/Jurnalmojo)

Gelar Pelatihan Mencanting dan Pewarnaan Alami, Ini Harapan Disdagrin Jombang

 

Peserta pelatihan mencanting dan pewarnaan alami saat melihat cara mengolah daun indigo veratortia untuk pewarna batik.

JOMBANG (Jurnalmojo.com) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagrin) Kabupaten Jombang, Jawa Timur, meggelar pelatihan mencanting dan pewarnaan alami. Kegiatan ini dilakukan di aula pertemuan Pesona Batik Jombang, pada Kamis (14/10).

Kepala Disdagrin Jombang, Hari Oetomo menjelaskan, kegiatan pelatihan ini merupakan acara disdagrin kabupaten Jombang melalui bidang industri untuk melakukan koordinasi, sinkronisasi dan pelaksanaan pemberdayaan industry.

“Dengan kegiatan ini kita mengajak peran serta masyarakat, melalui pelatihan tenaga mencanting dan pewarnaan alami,” terang Hari pada sejumlah jurnalis, di lokasi pelatihan.

Lebih lanjut ia menerangkan jika kegiatan ini diikuti oleh puluhan peserta yang berasal dari sejumlah wilayah yang ada di Kabupaten Jombang. “Peserta 15 orang, selama 10 hari pelatihannya,” ungkap Hari.

Ia menyebut, Disdagrin Jombang memfasilitasi peserta pelatihan mencanting, mulai dari makanan minuman serta peralatan untuk membatik. “Semuanya kita fasilitasi, mulai dari bahan praktek, uang saku, makanan, dan termasuk alat-alatnya peserta,” ujar Hari.

Ia menegaskan jika adalam pelatihan kali ini, peserta pelatihan difokuskan dalam metode mencanting pewarnaan alami. Sehingga nantinya hasil batik yang dihasilkan menjadi batik ramah lingkungan. “Fokus mencanting pewarnaan alami,” ucapnya.

Saat ditanya bagaimana tindaklanjut dari kegiatan pelatihan ini, Hari menjelaskan jika nantinya peserta pelatihan bias memiliki ketrampilan mencanting yang baik. Pasalnya, di Jombang sangat minim sekali tenaga mencanting batik.

“Ya nanti ada tindaklanjutnya, untuk pemasaran dan lain sebagainya dihendel sama Pak Amin dan Bu Luluk. Seperti pelatihan menenun kemarin. Dimana hasil pelatihan menenun bisa laku pesat, padahal yang dilatih hanya 20 orang, dan yang mampu hanya 6 orang. Sehingga kekurangan tenaga,” paparnya.

Peserta pelatihan mencanting dan pewarnaan alami saat melihat bahan pewarna alami.
(Elok Aprianto/Jurnalmojo)

Ia berharap jika peserta pelatihan nantinya bisa memiliki ketrampilan membatik, dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan. “Ya minimal kita memiliki tenaga mencanting, dan bisa dipakai sama pak Amin, apalagi bisa berdiri sendiri, malah baik itu,” katanya.

Selain itu, mantan Kadis PUPR Jombang ini berharap agar nantinya ada penambahan ekonomi masyarakat. Lantaran yang menjadi tujuan utama adalah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, dengan melakukan pelatihan mencanting.

Diharapkan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat. Dengan cara membekali peserta pelatihan mencanting. Sehingga peserta bisa memiliki keahlian mencanting.

“Harapannya bisa memberikan keahlian mencanting. Dengan tujuan peserta memiliki keahlian dan mampu untuk membuka lapangan pekerjaan, berupa kerajinan membatik, pewarnaan alam,” tukasnya. (elo/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar