Anggota komunitas alam saat membersihkan sungai di wilayah Kecamatan Diwek (Elok Aprianto/jurnalMojo.com)

Prihatin Kondisi Sungai yang Tercemar, Ini yang Dilakukan Komunitas Sahabat Alam

JOMBANG (jurnalMojo.com) — Prihatin dengan kondisi sungai yang tercemar sampah, sejumlah pelajar madrasah di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, lakukan aksi bersih kali, pada Rabu (13/10).

Aksi bersih kali yang dilakukan puluhan pelajar madrasah yang tergabung dalam komunitas sahabat alam ini berlokasi di aliran sungai yang berada di Kecamatan Diwek. Tepatnya sungai yang ada di Desa Kwaron.

Kegiatan ini dilaksanakan bertepatan dengan launching program sedekah sampah dan resik kali, yang diinisiasi oleh komunitas sahabat alam. Dengan menggandeng, Kemenag Jombang serta DLH Kabupaten Jombang.

“Karena sudah prihatin lihat kondisi kali (sungai, red) yang sudah tercemar karena banyaknya sampah dari pabrik maupun rumah tangga,” ungkap Adi Rizky salah satu anggota komunitas sahabat alam.

Selain itu, ia mengaku aksi resik kali ini diharapkan mampu untuk mencegah banjir. Termasuk mengurangi pencemaran lingkungan. “Untuk mengurangi pencemaran lingkungan,” tukasnya.

Sementara itu, Maftuhah Mustiqowati selaku coordinator komunitas sahabat alam mengatakan, kegiatan launching dan resik kali ini merupakan upaya untuk menjaga dan merawat alam. Dan upaya ini harus dilakukan sejak dini. Dengan melibatkan generasi penerus bangsa.

Ia merinci jka di Jombang ini ada sekitar 115 madrasah swasta, kemudian 200 MI dan sejumlah Aliyah, yang jika digabungkan jumlahnya bisa mencapai ribuan siswa.

“Jika masing-masing madrasah membekali anak-anaknya untuk bagaimana caranya melestarikan, mencintai lingkungan dalam bentuk apapun, insyallah akan menjadi pelopor lingkungan pada suatu saatnya nanti,” paparnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan jika Indonesia saat ini menjadi negara nomor 2 penyumbang sampah plastic terbesar. Untuk itu, komunitas sahabat alam ingin bekerjasama dengan pemerintah untuk mengurangi kebocoran sampah tersebut.

“Yang saya ketahui Bapak Presiden Jokowi, sudah mencanangkan pada tahun 2025 itu sampah yang bocor ke laut bisa berkurang 70 persen. Ini PR yang berat untuk pemerintah sehingga kita harus bantu dan dukung upaya pemerintah,” katanya.

Ia menegaskan jenis sampah plastic ini, yang mendominasi sungai yang ada di Jombang. “Pasti sampah plastic lah. Dan kita tau sendiri, semakin modern hari ini, semua sudah praktis. Contoh kalua ma uke toko semuanya sudah menggunakan plastic,” ucapnya.

Untuk itu, sambung Maftuhah, untuk mengatasi sampah plastic ini perlu dilakukan dengan cara khusus. Dan tugas komunitas sahabat alam. “Membuat plastic menjadi berkah itu tugas kita. Bukan menutup pabrik, karena itu bukan solusi, tapi bagaimana caranya sampah plastic yang tadinya polusi menjadi solusi, dan yang tadinya masalah menjadi berkah,” pungkasnya.

Terpisah, kepala Kemenag Jombang Taufiqurohman mengaku jika Gerakan resik kali dan sedekah sampah yang dilakukan madarasah ini, merupakan Gerakan motivasi pada masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

“Memotivasi, menggerakkan, menginspirasi dari madarasah untuk peduli lingkungan di sekitar madarasah yang ada di Jombang. Sehingga tenaga pendidik, peserta didik, kepala sekolah menjadi peduli sampah, bahkan memanfaatkan sampah untuk dikelola dan dibuang di tempat yang benar,” ujar Taufik.

Dan nantinya diharapkan, terciptanya lingkungan bersih yang mampu menciptakan rasa nyaman pada lingkungan belajar mengajar. “Bahkan lingkungan di kemenag, termasuk pondok pesantren nyaman untuk belajar, nyaman untuk hidup dan sehingga dirinya sendiri menjadi bahagia, ini arahnya ke sana,” terangnya.

Ia menegaskan jika pengolahan sampah plastic yang benar bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. “Sampah ini diolah menjadi ekobrik, bisa dipakai tempat duduk, hiasan, kalua sudah lebih, nanti dikumpulkan dan dikelola oleh masyarakat yang mampu mengelola,” pungkasnya.(elo/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar