PJU Dipadamkan Saat PPKM, Tagihan Dishub Sampang Tetap Meroket

SAMPANG (JurnalMojo.com) – Semenjak keluarnya Surat Edaran (SE) dari Bupati Sampang dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang harus memadamkan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) tertangal (13/7/2021) kemarin saat malam hari sampai saat ini.

Hal ini terbukti disampaikan oleh Kasi Teknik Sarana Prasarana (TSP) Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sampang Hery Budiyanto, Kamis, (19/8/2021).

Hery menyampaikan bahwa tagihan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) walau pada saat PPKM ini tidak mendapatkan keringanan dari PLN. Sebab pada bulan Juli ini Dishub Sampang dibebani tagihan sebesar Rp. 495.451.661,00.

“Untuk bulan Juli kemarin tagihan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) sebesar Rp. 495.451.661,00 walau dipadamkan, baik yang ada diperkotaan atau di pelosok Desa,” ucapnya.

Mendapat surat tagihan dari PLN, Dishub Sampang sempat komplain karena dinilai tidak masuk akal. Sebab, walau PJU dipadamkan tagihannya hampir sama dengan sebelum PJU dipadamkan.

“Dishub Sampang sudah komplain. Namun pihak PLN tetap tidak bisa memberi keringanan,” ujarnya.

Dijelaskan pula oleh Hery, pada tahun ini Dishub Sampang akan menambahkan Switchboard listrik atau Panel Listrik sebanyak 50 untuk meningkatkan kenormalan PJU. Apalagi pada tahun ini Dishub Sampang menerima pengajuan pemasangan PJU sebanyak 11 lokasi di Desa-desa, sedangkan tagihan setiap bulannya dibebankan kepada Dishub.

“Tagihan PJU setiap tahunnya terus bertambah dan untuk pembayaran setiap bulannya ditanggung oleh Dishub,” tambahnya.

Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang ada di Kabupaten Sampang menurut Hery terpasang sebanyak 6800, adapun tagihan pembayarannya tidak ada keringanan dari PLN.

“Tagihan pembayaran PJU dinilai tidak elok, walau saat PPKM lampu PJU dipadamkan,” pungkasnya. (tmm/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar