KPM Terima Bansos Daging Busuk, Bupati Jombang Bakal Lakukan Evaluasi

Daging ayam program sembako atau BPNT busuk yang diterima KPM di Dusun Pedes, Desa Sukorejo Kecamatan Perak.
(Elok Aprianto/Jurnalmojo)

JOMBANG (Jurnalmojo.com) – Pasca adanya keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sosial (bansos) program sembako atau bantuan pangan non tunai (BPNT) yang menerima daging ayam busuk. Orang nomor satu di Kabupaten Jombang, Jawa Timur akhirnya memberikan respon.

Bahkan, Bupati Jombang, Munjidah Wahab memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh soal distribusi bansos dalam program dari pemerintah pusat tersebut.

Bupati menyebut daging busuk yang sempat diterima 25 KPM bansos BPNT di dua Dusun, di Desa Sukorejo, Kecamatan Perak, Jombang, tidak boleh terulang kembali.

Ia mengaku, proses penyaluran yang tidak terkontrol membuat warga selaku penerima manfaat dirugikan.

“Oh itu mandiri dan itu memang dari e-warongnya ndak punya freezer. Harus kita evaluasi itu,” ucap Bupati, Kamis (19/08/2021).

Bupati menjelaskan jika daging ayam busuk yang sempat diterima 25 warga tersebut saat ini sudah dilakukan penggantian dengan daging ayam berkualitas bagus.

Dan agar kejadian tersebut tidak terulang lagi, Pemkab akan melakukan evaluasi menyeluruh pada program itu.

“Daging busuk sudah langsung diganti kemarin. Kita harapkan supaya tidak sekedar beli begitu. Makanya ini kita evaluasi kedepannya seperti apa jangan sampai seperti ini lagi,” tukas Bupati.

Seperti diberitakan sebelumnya, 25 warga yang ada di dua Dusun, Desa Sukorejo, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, mengeluhkan adanya pemberian bansos daging ayam busuk dari program Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT), kementrian sosial (kemensos).

Parahnya, daging ayam busuk itu, sebagian sempat dikonsumsi warga untuk lauk dan sebagian terpaksa diberikan pada hewan peliharaan.

Niken Purbolaras (39) anak dari salah satu penerima daging busuk asal Dusun Tronyok, Desa Sukorejo, mengaku daging busuk yang diterima ibu kandungnya Saudah (55), sempat dimasak sebagian lantaran tidak ada lauk untuk makan.

Namun begitu, tidak ada tanda-tanda aneh yang dialami sang ibu usai mengkonsumsi daging ayam busuk tersebut.

“Kemarin yang busuk itu sempat dimasak sama ibu separuhnya. Sempat dimakan juga, karena gak enak dan takut kenapa-kenapa, jadi semunya dibuang,” kata Niken, Minggu (15/08/2021).

Niken mengaku, daging busuk tersebut diambil dari agen e-warong Riya Pangestu yang melayani penyaluran BPNT terhadap 230 KPM, di Desa Sukorejo.

Setiap KPM mendapatkan bansos berupa beras 10 Kg, bawang putih 1 Kg, tahu 1 kotak, telur 20 butir, kentang 1 Kg, serta daging ayam 1 Kg. (elo/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar