Lika-liku Industri Perfilman di Awal Masa Pandemi Covid-19 hingga Saat ini

Oleh : Daniel Krisalasa*

Pandemi Covid 19 telah menciptakan kepanikan di dunia. Dari awal kemunculan pada akhir 2019 hingga 2021 ini, kasus terinfeksi virus corona kian meningkat. Covid 19 telah mempengaruhi berbagai sektor kehidupan. Ancaman yang tidak bisa diabaikan ini menyebabkan pemerintah harus membuat berbagai kebijakan guna menekan angka penyebaran, yaitu salah satunya Lockdown. Lockdown tidak hanya berlaku di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia. Lockdown merupakan kebijakan pemerintah yang mengharuskan masyarakat untuk melakukan segala ativitas dirumah baik itu bekerja, belajar, hingga beribadah. Kebijakan ini tentu juga mempengaruhi aspek-aspek kehidupan masyarakat yang lain seperti budaya, pendidikan hingga perekonomian.

Pandemi covid-19 telah berhasil melumpuhkan laju perekonomian Negara-negara di dunia. Tidak sedikit perusahaan atau suatu industri mengalami penurunan pendapatan, sehingga memilih jalan keluar dengan mengurangi karyawan. Tentu dengan berkurangnya karyawan suatu industri akan mempengaruhi laju produksi atau proyek, salah satunya adalah industri perfilman yang dari awal masa pandemi hingga saat ini mengalami banyak lika-liku atau rintangan.

Jeda Produksi dan Penundaan Penayangan Film di Awal Masa Pandemi

Pada awal pandemi covid 19 beserta kebijakan Lockdown di beberapa Negara hingga menyabar keseluruh dunia, memaksa beberapa studio film untuk menahan beberapa perilisan filmnya. Ada banyak Franchise bioskop yang harus di tutup demi menekan angka penyebaran covid-19. Tentu dengan di tutupnya beberapa bioskop di dunia akan menahan penayangan film, termasuk film barat sekalipun. Black Widow salah satu film super hero garapan Marvel studios harus mengalami penundaan akibat pandemi covid-19.  Film yang di jadwalkan rilis pada 11 mei 2020 harus menunggu sampai setengah tahun hingga perilisannya di laksanakan, lebih tepatnya pada 6 november 2020.

Marvel studios yang terkenal piawai dalam industri filmnya, harus merasakan dampak pengaruh pandemi covid-19. Mengingat Marvel Studios telah merilis film Avenger : End Game sebagai film dengan pendapatan terbesar di dunia hanya dalam kurun waktu satu tahun dari Avenger : Infinity War yang merupakan series sebelumnya. Juga film Fast and Furious 9 yang sangat dinantikan oleh banyak penggemarnya, harus mengalami kenyataan pahit bahwa jadwal perilisan film harus ditunda hingga tahun 2021. Film yang dijadwalkan rilis pada 22 mei 2020 mengalami penundaan sampai 2 april 2021. Bukan hanya film luar negeri, film tanah air juga turut mengalami penundaan perilisan seperti film Bucin. Film yang disutradarai oleh seorang Youtuber Chandra Liow ini harus menunggu selama enam bulan sampai perilisannya yaitu dari 26 maret 2020 sampai 18 september 2020.

Trend Penayangan Film di Platform Digital

Kebijakan pemerintah dalam penerapan Lockdown membuat aktivitas masyarakat mulai bermigrasi dari yang normal menuju ke arah digital, termasuk dalam hal mencari hiburan yakni menonton film. Hobi masyarakat dalam menonton film di bioskop mulai beralih ke beberapa platform digital (Streaming). Beberapa platform yang tiba-tiba ramai dipergunakan oleh masyarakat meliputi Netflix, Disney+, HBO Max, dan Youtube. Platform Netflix sudah ada sejak lama, namun penggunanya semakin meningkat pesat semenjak pandemi covid-19 terjadi. Dikutip dari BCC, Netflix telah memiliki lebih dari 200 juta pelanggan berbayar yang merupakan jumlah peningkatan sebanyak 30 persen dari tahun 2019. Kemudian data dari Kompas.com menjalaskan pendapatan Netflix mencapai 6,6 Miliar Dollar AS atau sekitar Rp.92,4 trilliun dengan laba mencapai 542 juta Dollar AS atau Rp 7,5 trilliun. Sedangkan di platform Disney+, meskipun perkembangannya tidak sepesat Netflik, namun masih ikut andil dalam memberikan hiburan di dunia kancah perfilman. Disney+ mendominasi kebutuhan film untuk anak-anak hingga remaja meliputi film animasi 2D,3D,hingga Live Action. Ada juga Platform baru HBO Max yang meskipun tidak tersedia di Indonesia, namun Platform ini banyak ramai digunakan di luar negeri selama masa pandemi covid-19. Kabarnya HBO Max akan segera melebarkan sayap untuk tersedia di banyak Negara. Dan yang terakhir ada Platform Youtube dengan pengguna jumlah terbanyak di dunia dengan dominasi oleh film-film asia. Di platform Youtube itu sendiri menawarkan fitur youtube premium dengan berbagai keuntungan seperti bebas iklan, dukungan pemutaran video di background, sampai dengan opsi pengunduhan video.

New Normal, Bioskop Perlahan dibuka

Sejak bulan juni 2020 new normal sudah mulai diterapkan. Beberapa aktivitas sudah mulai dilakukan secara normal dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Pengaruh new normal di dunia perfilman memberikan secercah harapan yakni dengan mulai dibukanya bioskop di seluruh Negara. Kabar hangat yang mengiringi new normal di dunia perfilman adalah dari video youtube David Gadgetin yang dimana dia menyewa seluruh ruangan bioskop CGV. Didalam video tersebut perbincangan antara David dengan Andira Pramanta selaku kapala konten dan komunikasi CGV mengenai kabar bahwa bioskop akan dibuka kembali dengan tetap menerapkan protocol kesehatan seperti posisi tempat duduk yang zig-zag, mengenakan masker, cek suhu tubuh, mencuci tangan di pintu masuk dan lain-lain.  Tak hanya itu, pembelian tiket nonton film juga bisa dilakukan melalui aplikasi baik aplikasi CGV resmi maupun dari pihak ketiga. Selain membuka kembali bioskop, di new normal ini juga memberikan kabar baik terkait perilisan film yang sebelumnya tertunda seperti Fast and Furious 9, Black Widow, No Time To Die, Venom: Let There be Carnage, The Conjuring : The Devil Make Me Do It, dan lain sebagainya.

Dengan mengikuti perkembangan mengenai pandemi covid-19 saat ini, terlebih lagi dengan adanya vaksinasi yang dilakukan di seluruh dunia, diharapakan segera mampu memulihkan keadaan dalam berbagai sektor kehidupan termasuk di dalam kancah perfilman.

*Penulis adalah Mahasiswa Fisip Ilmu Komunikasi UNIM. Tinggal Di Dusun Prabon, 01/08 Desa Blimbing, Kecamatan Kesamben Kabupaten Jombang jawa Timur. No. Hp : 085847410775 Email : krisalasadaniel@gamil.com

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar