Dilema Game Online Selama Pandemi COVID-19

Oleh : Daniel Krisalasa*

Cuaca yang cerah berbalutkan ancaman virus corona menciptakan pemandangan masyarakat yang tidak wajar. Saat di rumah dengan udara tenang selalu terlihat kakak dan adik memandang smartphone, di kantor selama jam istirahat pemandangan yang tersirat sekumpulan orang menatap smartphone, bahkan di warung kopi juga hanya melihat sekumpulan orang melototi smartphone dan parahnya semua memegang handphone dengan keadaan miring, yah apa lagi kalau bukan bermain game.

Semenjak merebaknya virus corona pada awal 2020 di dunia, membuat beberapa belahan Negara termasuk indonesia melaksanakan kegiatan lockdown atau dirumah saja .Masa pandemi seperti ini tentu membuat segala aktifitas menjadi susah terlebih untuk anak-anak yang notabennya selalu bermain dengan teman-teman dan menjalin hubungan sosial di lingkungannya. Akibat dari Social distancing ini tidak sedikit masyarakat merasakan bosan dan stress karena hanya melakukan kegiatan dirumah saja, maka untuk mengatasi kebosanan tersebut banyak dari mereka memilih alternatif hiburan dengan bemain game online terlebih anak-anak yang masih suka bermain dan para remaja.

Nyatanya selama pandemi terjadi peningkatan pengguna game online di dunia termasuk Indonesia melunjak secara drastis dan pengembang-pengembang game pun meraih keuntungan yang luar biasa. Berdasarkan CNN Indonesia mencatat pemain video game secara global meningkat 75%. Selain itu data yang dikutip dari CNBC Indonesia,  pengunduhan game berbasis seluler menyentuh angka 4 miliar, ini naik 2,9 miliar dari tahun 2019 dan asia menjadi lonjakan tertinggi yaitu sebesar 46% atau 1,6 miliar pada februari 2020. Steam salah satu distributor game mencatat rekor lebih dari 20 juta pengguna pada maret 2020. Berdasarkan data kementrian pariwisata dan ekonomi kreatif per april mencatat trafik internet layanan game online di Indonesia meningkat 61% ini bersamaan dengan himbauan masyarakat untuk mengurangi kegiatan di luar rumah dan pertumbuhan industry game di Indonesia meningkat sebesar 20% selama pandemi covid-19. Ditahun 2021 ini game dengan jumlah unduhan terbanyak di google playstore adalah Mobile Legends : Bang Bang dengan unduhan lebih dari 100 juta kali disusul dengan Garena Free fire dan Higgs Domino Island. Sedangkan dari platform Steam, game dengan jumlahpaling banyak dimainkan adalah Counter-Strike: Global Offensive disusul dengan Dota 2 dan PUBG.

Mengingat tuntutan selama pandemi dalam menghilangkan kebosanan dan stres membuat orang tua membiarkan anak secara bebas dalam bermain game online karena memaklumi akibat kurangnya masa bermain di luar rumah dan kurang interaksi akibat Social distance. Karena semua aktifitas seperti sekolah ataupun kerja dikurangi sehingga memiliki waktu berjam-jam dirumah untuk bermain game maka tidak sedikit juga munculnya kasus akibat game online, mungkin masih fenomena baru dan belum dianggap serius dibandingkan dengan kecanduan narkoba yang dianggap kriminalitas, akan tetapi tidak bisa dianggap remeh karena dampaknya mempengaruhi kondisi fisik dan psikologis. Menghadap kelayar bercahaya terang selama berjam-jam bisa marusak mata dan duduk berjam-jam menghadap komputer atau smarphone tidak melakukan aktifitas akan bisa menimbulkan kemalasan, penyakit, hingga obesitas. Tidak sedikit juga ada yang terkena gangguan mental akibat terlalu sering bermain game disebut gaming disoreder.

Spesialis kesehatan jiwa anak dan remaja RSJ Cisarua Jawa Barat, Dr Lina Budiyanti mengatakan “pasien yang kecanduan game itu, lebih mementingkan game-nya dari pada melakukan hal positif lainnya. Kalau anak-anak kan harusnya belajar tetapi itu diabaikan” begitu ujarnya. Kecanduan game akibat bermain berjam-jam bisa menciptakan rasa kecemasan.”cemas itu karena tidak bermain game atau game yang membuatnya cemas, seperti lingkaran setan” tambahnya. Mencuplik kembali kasus sempat viral dijagat maya yaitu kasus Skizofrenia yang diidap Iwan Stiawan atau Wawan akibat bermain game online. Penyakit yang diidapnya membuatnya merasa cemas sehingga dua jempolnya tidak berhenti bergerak dan kepala yang selalu menunduk seperti lagi asik main game. Dan masih banyak lagi kasus-kasus yang lain seperti remaja yang di DO dari universitas akibat tidak bisa belajar dengan baik bahkan sampai pemecatan pekerja karena pekerjaannya yang terbengkalai akibat bermain game online. Jadi selama pandemi memang perlu untuk memiliki hiburan seperti barmain game online untuk menghilangkan rasa bosan dan stres, tidak perlu sampai berlebihan hingga lupa waktu dan lupa aktifitas positif lainya karena apapun itu baik kegiatan atau semacamnya jika di lakukan dengan berlebihan tidak akan pernah berakhir baik. Jadi penting adanya untuk mengawasi dan mengontrol dalam bermain game online.

Tidak hanya dalam bermain, penting juga untuk memilih game yang bermanfaat dan edukatif seperti game yang berbasis online buatan Nusantara Innovation Forum yang bernama Dawn Of Civilization : Solve Corona yang rilis pada mei 2020 yang sekarang bisa diunduh pada Playstore. Game online yang berpusat pada edukatif tentang corona ini di kemas dalam cerita yang menarik dan seru sehingga mampu menghilangkan rasa jenuh serta karakter yang bernuansa Indonesia dengan ciri khas batik yang membangkitkan rasa cinta tanah air. Hebatnya lagi selain membantu menghilangkan kebosanan dan edukasi, game ini juga menjadi jembatan sumbangan untuk atasi corona. Ibu Khofifah menyampaikan bahwa perolehan skor permain nantinya akan di konversi menjadi sembako atau alat pelindung diri (APD) “Sembako atau APD ini kemudian di sumbangkan menjadi sedekah kepada keluarga dan tenaga medis yang membutuhkan” imbuhnya. Di dalam game ini juga terdapat kuis tanya jawab yang memungkinkan pemain mampu menghadapi infodemi yang turut memanas di dunia maya.

*Penulis adalah Mahasiswa Fisip Ilmu Komunikasi UNIM. Tinggal Di Dusun Prabon, 01/08 Desa Blimbing, Kecamatan Kesamben Kabupaten Jombang Jaawa Timur, No. Hp : 085847410775 Email : krisalasadaniel@gmail.com

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar