Suasana Sarasehan  Kebangsaan yang digelar di Gartenhutte Cafe, Trawas, Mojokerto (Ujeck /jurnalMojo.com)

Sarasehan Kebangsaan, DPRD Kab Mojokerto Tahun 99 : Bentengi Diri Dengan Nasionalisme Ala Bung Karno

MOJOKERTO (jurnalMojo.com) – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mojokerto menggelar sarasehan kebangsaan bertajuk “Membangun Nilai-Nilai Kebudayaan Dalam Perspektif Trisakti Bung Karno”, Senin (21/06/2021).

Acara yang digelar di Gartenhutte Cafe, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur ini, dihadiri sekaligus sebagai pemateri  oleh Muhammad Al-Barra, Lc, M. Hum, Wakil Bupati Mojokerto, Sutarno, anggota DPRD Kab Mojokerto Tahun 1999-2004, dan Dodik Faizal, serta dihadiri juga belasan pegiat kesenian bantengan se-Mojokerto.

Sutarno, anggota DPRD Kab Mojokerto Tahun 1999-2004, memaparkan bahwa, bangsa Indonesia harus bisa menyeimbangkan trisakti bung Karno dalam kehidupannya.

“Secara garis besar, trisakti Bung Karno ini harus diterapkan dalam 3 hal yakni, berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang kebudayaan,” papar mantan politisi PDIP pada jurnalMojo.com.

Sementara itu, ketika ditanya terkait perkembangan teknologi yang mendorong pada pergeseran budaya saat ini, Sutarno menegaskan bahwa Indonesia harus bisa mempertahankan jati dirinya sebagai suatu bangsa.

“Kita harus punya filter, membiarkan berbagai budaya diperbolehkan, tapi budaya sendiri juga tidak boleh hilang. Kita boleh menyukai musik rock, tapi musik dangdut, campursari ya jangan sampai hilang,” jelasnya.

“Maka dari itu, kita harus bisa membentengi diri kita dengan nasionalisme ala Bung Karno, karena nasionalisme ala Bung Karno itu nasionalisme yang berprikemanusiaan. Jadi kita menerima, tapi tidak boleh langsung sampai hilang (budaya sendiri),” pungkas Sutarno.

Sementara itu, Joko Sambodo, Ketua Pelaksana Sarasehan Kebangsaan ini menandaskan bahwa, salah satu alasan diundangnya pegiat seni khususnya bantengan ini ialah, agar para pegiat bisa diajak berdiskusi khususnya terkait situasi pandemi saat ini.

“Salah satu tujuan kita mengundang para pegiat seni bantengan dan juga Bapak Wakil Bupati ialah, agar ada diskusi yang nantinya bisa menjadi titik terang bagi para pegiat terkait situasi pandemi COVID-19 saat ini. Tujuannya agar para pegiat seni ini diberikan ruang agar juga bisa tetap berjalan baik segi ekonomi maupun kebudayaannya,” ujar Joko.

Joko menambahkan, agar para pegiat seni bantengan ini mengeliat lagi disitusi pandemi ini. Pihaknya akan membawa persoalan tersebut ke DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mojokerto. “Saat sarasehan tadi, Wakil Bupati Mojokerto, Gus Barra akan mengkomunikasikan kepada Satgas Covid 19 ditingkat Kabupaten. Termasuk didalamnya ada Kepolisian dan TNI. Semoga, seni bantengan asli peninggalan Majapahit ini bisa akses dengan menerapkan protokol kesehatan,” jelas Joko. (erh/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar