Direktur RSUD Jombang, dr Pudji Umbaran. (Elok Aprianto/Jurnalmojo)

Antisipasi Pekerja Migran Indonesia, RSUD Jombang Siapkan Ruang Perawatan Khusus

JOMBANG (Jurnalmojo.com) – Adanya larangan mudik lebaran yang dikeluarkan pemerintah, tampaknya tidak benar-benar dipatuhi oleh sebagian masyarakat. Namun, untuk mengantisipasi hal tersebut, sejumlah upaya pencegahan terus dilakukan.

Salah satunya upaya untuk mengantisipasi pekerja migran Indonesia (PMI) yang nekat pulang ke kampong halamannya pada momen lebaran ini. Pemerintah menyiapkan upaya khusus dengan membentuk satgas PMI.

Dan untuk pemudik local, yang nekat menerobos penyekatan, yang dilakukan tim gabungan, pemerintah membentuk Satgas WNI. Termasuk membentuk relawan dan penyiapan posko-posko penanganan di masing-masing kota kabupaten.

Seperti salah satunya di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Pemerintah melalui steakholder terkait menyiapkan upaya khusus untuk mengantisipasi kedatangan PMI ke tanah air. Dengan menyiapkan puskesmas-puskesmas dan rumah sakit umum daerah.

Direktur RSUD Jombang, dr Pudji Umbaran, menjelaskan jika sesuai dengan program pemerintah, bagi PMI yang datang dari luar negeri melalui jalur udara. Maka, mereka akan menjalani karantina selama 2 hari di asrama haji Surabaya.

“Setelah karantina 2 hari terus melakukan swab pcr, dengan hasil negative maka akan digeser ke kabupaten kota masing-masing,” terang Pudji pada sejumlah jurnalis, Selasa (04/05/2021).

Untuk di Jombang, sambung Pudji, mereka akan dirawat di Puskesmas. Dan di Jombang ada 14 Puskesmas yang akan melakukan perwatan pada PMI selama 3 hari. “Setelah 3 hari mereka akan diambil sampelnya, untuk dikirim ke RSUD Jombang, untuk dilakukan pemeriksaan pcr,” paparnya.

Lebih lanjut Pudji menjelaskan, jika hasil pemeriksaan pcr dinyatakan negative, maka mereka dalam hal ini PMI akan dipulangkan untuk melakukan isolasi mandiri. “Jika hasil pcr nya positif, maka akan dilihat dulu kondisi kesehatan yang bersangkutan,” ungkapnya.

Namun, jika hasil pemeriksaan ternyata terdampak covid dengan criteria sedang berat, maka yang bersangkutan atau PMI, akan menjalani perawatan di rumah sakit. “Tapi kalau yang bersangkutan ini positive covid-19, tapi tanpa disertai gejala atau gejala ringan, maka bisa terus dilanjutkan perawatan di Puskesmas. “ tegasnya.

Saat ditanya sudah ada berapa orang PMI yang menjalani pemeriksaan kesehatan di RSUD Jombang. Ia menyebut ada sejumlah PMI yang bergeser ke Jombang, dari asrama haji Surabaya.

“Sudah ada yang digeser ke Jombang ada beberapa orang, dan hari ini mulai pengambilan sampel. Untuk diperiksakan di RSUD Jombang. Terkait dengan pcr hari ketiga setelah mereka menjalani karantina di Puskesmas,” urainya.

Dan untuk saat ini, imbuh Pudji, belum ada satu orang pun PMI yang dinyatakan positive covid-19 di Kabupaten Jombang. “Belum ada karena baru hari ini,” ucapnya.

Pudji menyebut, untuk para pelanggar mudik local atau WNI, mereka yang melanggar akan dikarantina di wilayah masing-masing. “Kalau di Kecamatan Kota, akan dikarantina di tenis indoor. Jika diluar kecamatan Jombang, akan dikarantina di desa masing-masing, melalui kampong tangguh semeru,” ujarnya.

Disinggung berasal dari Negara manakah PMI yang sudah masuk pemeriksaan kesehatan di RSUD Jombang. Pudji menyebut jika PMI tersebut berasal dari Negara Malaysia dan Singapura. “Yang jelas tiga hari yang lalu, baru masih ada satu orang PMI, hari kedua ada 3 orang, dan hari ini ada 5 orang. Rumahnya, di Peterongan, dan dia laki-laki, PMI asal Malaysia,” pungkasnya. (elo/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar