Petugas menunjukan barang bukti. (Hasan Assegafh/jurnalMojo)

Pemalsu Surat Antigen Covid-19 di Mojokerto Diringkus Polisi

Tersangka mengakui kesalahanya.(Hasan Assegafh/jurnalMojo)

MOJOKERTO (jurnalMojo.com)-

Satuan Kriminal Polres Mojokerto berhasil meringkus tersangka pembuat surat keterangan bebas covid palsu yang diperjualbelikan di masyarakat.

Penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat, yang menginformasikan terkait adanya jual beli surat bebas covid-19 yang dijual tanpa dilakukan pengetesan.

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander, mengatakan, pihaknya telah berhasil mengamankan satu tersangka pembuat surat bebas covid-19 palsu.

“Kita amankan tersangka berinisial BG warga Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto yang berstatus pegawai honores Puskesmas Pungging,” kata Kapolres, Jumat (23/04/2021) siang.

Kapolres menambahkan, kronologis kejadian tersebut berawal dari Pada tanggal 25 Januari lalu terdapat salah satu warga masyarakat yang bernama Sulton, ingin melakukan keberangkatan dari wilayah Surabaya ke wilayah Makassar dan membutuhkan surat anti covid-19.

“Saksi Sulton masuk ke Puskesmas untuk meminta surat keterangan bebas covid, namun tidak diberikan oleh petugas,” tambah Dony.

Sehingga, Sulton meninggalkan tempat Puskesmas tersebut, melihat kondisi tersebut, tersangka mendatangi Sulton dan menawari akan bisa membuatkan surat yang diperlukan olehnya.

“Tersangka ini mendatangi pihak yang bersangkutan tersebut menawarkan akan membuatkan dengan biaya Rp150.000,” terangnya.

Dari situlah, tim yang telah dibentuk oleh Kasat Reskrim Polres Mojokerto melakukan penelusuran dan berhasil mengamankan tersangka tersebut.

Tidak hanya meringkus satu tersangka, petugas juga berhasil mengamankan sejumlah beberapa barang bukti yang dilakukan tersangka untuk melakukan aksinya.

“Beberapa bukti seperti 1 buah komputer dan printer, kemudian 1 buah HP merek Samsung dan juga stempel Puskesmas,” jelas Dony.

Sementara itu, tersangka BG mengaku nekat melakukan aksi ini lantaran terhimpit ekonomi untuk persiapan menikah.

“Butuh uang buat menikah,” akunya dihadapan petugas dan awak media.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatanya, tersangka dijerat dengan pasal 263 ayat 1 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara. (has/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar