Para tersangka saat dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jombang pada Senin (12/04). (Elok Aprianto/jurnalMojo.com)

Tiga Berkas Tersangka Limbah B3 Bakalan Sumobito Dilimpahkan ke Kejari Jombang

Lokasi tempat usaha pengolahan B3 yang disegel penyidik PPNS Balai Gakkum KLHK wilayah Jabalnusra (Elok Aprianto/jurnalMojo.com)

JOMBANG (jurnalMojo.com) — Tiga berkas perkara kasus pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di Desa Bakalan, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang Jawa Timur, memasuki babak baru.

Pasalnya, tiga perkara penanganan pabrik limbah B3 di Desa Bakalan yang telah dinyatakan P21 Kejati Jawa Timur dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang Senin (12/04).

Selain itu, ketiga tersangka pemilik tempat usaha pengolahan limbah B3 tak berizin tersebut, juga terlihat ikut di Kejari Jombang.

“Benar, jadi memang per Senin (12/04), tiga berkas yang sudah P21 kemarin kita sudah dilimpahkan ke Kejari Jombang bersama Kejati Jatim,” ungkap Kepala Balai Gakkum KLHK wilayah Jabalnusra, Muhammad Nur.

Terlihat, di Kejari Jombang pada Senin siang, sejumlah penyidik dari Balai Gakkum menunggu proses pelimpahan di Kejari Jombang.

Tiga tersangka dalam kasus ini, yakni RO, pemilik CV SS 2, JA, pemilik CV MJS dan WA, pemilik PT MLA terlihat ikut datang ke kantor Kejari Jombang.

“Pagi sebelumnya, kami sudah mengecek masing-masing titik pabrik yang sebelumya disegel, kemudian baru ke Kejari Jombang. Tiga tersangka juga hadir,” terang Nur.

Ia menyebut masih terus melakukan proses pemenuhan petunjuk tambahan terkait berkas tersangka MU, pemilik CV SS 3 yang hingga kemarin belum P21 di Kejati Jatim.

“Untuk berkas ke empat, kemarin ada yang harus diperbaiki, tapi sudah kita tambahkan dan kita kirim lagi, semoga cepat menyusul juga P21nya,” tukas Nur.

Sementara itu, Kasi Pidum Kejari Jombang, Achmad Jaya, membenarkan adanya penyerahan tahap dua kasus limbah B3 tersebut. Ia mengaku prosesnya telah rampung hingga Senin sore.

“Untuk tahap dua sudah dilakukan, tersangka dan barang bukti sudah diserahkan ke kita, setelah ini mungkin tim akan mengecek barang bukti yang masih berada di masing-masing gudang perusahaan itu,” katanya.

Selain itu, ia mengaku ketiga tersangka ini kini jadi wewenang Jaksa di Kejari Jombang. Dan selanjutnya, ketiganya akan segera diproses untuk bisa segera disidangkan.

“Jadi memang penanganan awal di Balai Gakkum KLHK Jabalnusra, penyidikannya juga di Kejati, tapi karena locus kasusnya di Jombang, nantinya siudang akan digelar di PN Jombang,” ucapnya.

Kendati telah diproses tahap dua, Jaya menyebut ketiga tersangka ini tetap tak ditahan. Alasannya, yakni pasal yang dikenakan kepada ketiganya tak memungkinkan untuk melakukan penahanan.

“Jadi karena pasalnya adalah 103 dan atau 104 UU 32 tahun 2009, ancaman hukumannya 1 sampai 3 tahun, sehingga tidak bisa dilakukan penahanan,” pungkas Kasi Pidum.

Seperti diberitakan sebelumnya, 4 pabrik pengolahan limbah B3 di Desa Bakalan, Kecamatan Sumobito disegel PPNS dari Balai Gakkum KLHK wilayah Jabalnusra sejak 22 Januari 2021 lalu.

Keempatnya adalah CV. SS 2, CV. MJS, PT. MLA, dan CV. SS 3. Satu bulan kemudian, 4 direkrut masing-masing perusahaan itu, yakni RO, JA, WA dan MU ditetapkan sebagai tersangka. Meski begitu 4 tersangka tak ditahan.

Dan pada tanggal (05/04) lalu, proses penyidikan, akhirnya rampung. Dua tersangka yakni RO dan JA, berkasnya dinilai telah lengkap atau P21 oleh jaksa peneliti Kejati Jatim.

Selang dua hari kemudian atau (09/04) berkas ketiga untuk tersangka WA juga dinyatakan lengkap. Kini masih ada satu berkas dengan tersangka MU yang masih dalam tahap proses.(elo/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar