Kantor percetakan buku yang digeledah Kejaksaan Negeri terkait kasus korupsi perpusdes (Elok Aprianto/jurnalMojo.com)

Kasus Korupsi Perpusdes, Pemeriksaan Tersangka Dijadwal Ulang

penyidik Kejaksaan Negeri Jombang saat melakukan penggeledahan (Elok Aprianto/jurnalMojo.com)

JOMBANG (jurnalMojo.com) — Kasus korupsi perpustakaan desa (Perpusdes) yang melilit bos percetakan buku di Desa Banjardowo, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, belum ada progres.

Bahkan, hingga kini Cucuk Suhardi bos percetakan buku, CV Media Mentari yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Kejaksaan Negeri Jombang, masih belum menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.

Tim penyidik Kejaksaan Negeri Jombang, saat ini masih akan melakukan pemanggilan ulang kepada tersangka maupun saksi-saksi, yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi perpusdes yang menggunakan dana desa (DD) tahun 2019 ini.

“Untuk kasusnya kita pastikan lanjut, cuma sampai sekarang kita masih melakukan penjadwalan ulang untuk pemanggilan, baik saksi, maupun tersangka,” terang, Kasi Intelejen Kejaksaan Negeri Jombang, Andi Subangun, Kamis (25/03/2021).

Lebih lanjut Kasi Intel menyebut, pemanggilan itu berhubungan dengan pengulangan pemeriksaan. “Jadi yang kemarin kan Dik umum, setelah ada tersangka ini kan diulang lagi, namanya Dik khusus,” katanya.

Ia merinci dalam pemanggilan tersebut, nantinya sejumlah pihak mulai Kades, Camat, OPD terkait, pihak yang jadi penyedia buku sampai tersangka akan kembali dimintai keterangannya dalam tahapan ini.

“Tapi memang tidak akan sebanyak waktu Dik Umum kemarin, artinya kita harus memilah mana yang dianggap penting dan tidak,” katanya.

Saat disinggung soal penahanan tersangka, pihaknya juga menyebut hal itu belum dilakukan. “Penahanan belum, kan dia juga belum diperiksa sebagai tersangka,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, melalui surat nomor KEP. 02/M.5/Fd.1/03/2021 bertanggal 2 Maret 2021, Kejaksaan negeri Jombang telah menetapkan Cucuk Suhardi, penyedia jasa dalam proyek perpustakaan desa 2019 menjadi tersangka.

Penetapan tersangka ini, dilakukan setelah penyidik menemukan indikasi adanya ulah Cucuk yang memalsukan identitas tiga perusahaan pemenang lelang dalam proyek ini.

Padahal, ketiga perusahaan ini ia kendalikan sendiri, namun dengan masing-masing direktur fiktif, termasuk menjadikan anak buahnya menjadi direktur dalam salah satu perusahaan.

Selain itu, penyidik Kejari Jombang juga menemukan adanya penyelewengan pada pengadaan buku dan rak dalam proyek ini.

Akibat perbuatannya, kerugian negara ditaksir mencapai Rp 328 juta.

Cucuk yang merupakan bos percetakan buku ini, juga dijerat dengan pasal 2 dan 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.(elo/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar