Beberapa emak-emak yang merupakan petani di Gondang yang mendatangi lokasi galian C (A Rofi/ jurnalMojo.com)

Layangkan Protes, Emak-Emak Ini Datangi Lokasi Galian C di Gondang

MOJOKERTO (jurnalMojo.com) — Lantaran tidak adanya sosialisasi rencana kegiatan galian C oleh pihak pengelola, sejumlah ibu-ibu rumah tangga mendatangi sebuah lahan persawahan yang merupakan  lokasi galian yang dikelola oleh CV. Surya Perkasa Beton di Dusun Ngero, Desa Jatidukuh Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Senin (08/03/2021) pagi.

Sumartik, warga Dusun Jatidukuh, menyampaikan, pengelola galian sebelumnya pernah melakukan sosialisasi secara Door to Door, langsung mendatangi rumah warga, dengan memberikan sejumlah uang serta diminta tanda tangan sebagai jaminan penerima kompensasi.

“Kami kesini yang kesekian kali, kami mendapat laporan sebelumnya ada sosialisasi ke masyarakat dusun, cuma dengan cara datang langsung ke rumah, saya berharap secepatnya ada sosialisasi ulang ke warga dusun,” ujar perempuan yang juga aktifis Paguyuban Srikandi Peduli Lingkungan Mojopahit (PSPLM).

Ia juga mengancam, akan membawa massa yang lebih banyak lagi kalau dari pihak pengusaha tidak ada tindakan. Mengingat, jika dibiarkan, dampaknya langsung ke masyarakat dan lokasi Gondang bukanlah tempat layak untuk ditambang.

“Ingat itu, kami tidak akan pernah putus asa, karena wilayah kami merupakan daerah penyangga, bukan wilayah tambang, secara hukum dan Undang-undang ini sudah dibenarkan,” tegasnya.

Salah satu warga lain yang terdampak dan enggan disebutkan namanya ini juga mengaku, sawah miliknya yang berada didekat lokasi galian, mulanya memiliki pengairan lancar namun kini menjadi tersendat dan keruh.

“Dampaknya, kami sekarang hanya diberikan aliran irigasi sementara, dan juga sawah kami mengalami kekurangan air, sungai menjadi keruh, sehingga membuat sawah kami kurang maksimal dalam pertumbuhannya padahal sawah merupakan hasil perekonomian kami,” jelasnya.

Terpisah, Kapten Czi M. Saikhu Anwar, Danramil 0815/18 Gondang, mengatakan, langkah yang bisa diambil agar tidak terjadi konflik agraria lebih besar lagi, yakni Forum Koordinasi Pimpinan Camat (Forkopimcam) bersedia menjadi fasilitator untuk dilakukan mediasi.

“Selama ini, Forkopimcam akan turun memfasilitasi jika ada konflik di bawah dan  apabila pihak desa tidak mampu dan diperlukan adanya mediasi,” jelasnya saat dihubungi melalui media WhatsApp.

Ia juga menambahkan, bahwa peran pemerintah atau keamanan sangat dibutuhkan agar tidak terjadi konflik yang berkepanjangan.

“Harus difasilitasi, masyarakat yg merasa dirugikan akan dicarikan solusinya, Forkopimcam ada ditengah, antara pengelola dan masyarakat,” pungkasnya.

Hingga berita ini ditulis, Virgiawan Sutanto atau Sukiat, Pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi A.n CV. Surya Perkasa Beton belum bisa memberikan keterangan pasti. (rof/erh)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar