Perbaikan tanggul Rolak 70 yang dilakukan Dinas PUPR dan BBWS kemarin (Elok Aprianto/jurnalMojo.com)

Tanggul Rolak 70 Kritis, BBWS Sebut Dampak Aktivitas Penambangan Pasir

JOMBANG (jurnalMojo.com) — Sejumlah titik tanggul sungai Konto Rolak 70, kian mengkhawatirkan. Kondisinya tanggul saat ini banyak yang Kritis.

Hal ini disebabkan hampir di sepanjang sungai Konto yang berada di Dusun Bugasurkedaleman, Desa Bugasurkedaleman, Kecamatan Gudo, Jombang Jawa Timur, banyak aktivitas penambangan pasir, dengan cara menyedot.

Menurut keterangan PPK OP SDA IV Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Ariyanto, kondisi tanggul sungai Konto memang kritis. “Memang kondisi tanggul di Rolak 70 hampir keseluruhan kritis,” ujar Ariyanto, Minggu (21/02/2021).

Ia mengira, kritisnya tanggul ini dampak adanya aktifitas tambang pasir yang begitu besar dan banyak di sekitar tanggul. Sehingga, ini mempengaruhi kondisi tanggul saat ini.

“Kan itu menggunakan sand pump (sedot pasir) mau tidak mau pasir yang ada di tanggul juga ikut kesedot. Sehingga berdampak pada tanggul,” paparnya.

Ia menegaskan upaya untuk perbaikan tanggul yang jebol. Dilakukan dengan cara memasang stop blok. Tujuannya untuk sementara waktu membendung aliran air agar tidak masuk ke sungai avour besuk. “Ini untuk membendung agar saluran tidak begitu deras. Untuk pemasangan stop blok ditarget hari ini selesai,” tukasnya.

Sementara itu, Kabid SDA Dinas PUPR Jombang, Imam Bustomi mengatakan, untuk progres perbaikan tanggul sudah sangat bagus. “Melihat kondisi cuaca seperti ini. Progresnya bisa cepat selesai,” terangnya.

Ia mengaku saat ini alat berat juga sudah bisa menjangkau ke sisi tanggul yang kritis. Sehingga, tanggul yang kritis juga bisa ditangani.

”Kita juga berupaya untuk melakukan perbaikan pada tanggul yang kritis itu. Karena apabila tidak ditangani. Maka akan berpotensi untuk jebol kembali,” tegasnya.

Selain itu, Bustomi mengungkapkan, PUPR dan BBWS akan melakukan koordinasi dengan Dirjen Sumber Daya Air.

”Ini nanti kita fungsikan kembali Rolak 70 sebagaimana mestinya. Jadi itu seperti waduk. Nanti itu juga berpotensi sebagai wana wisata,” pungkas Bustomi. (elo/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar