IPAL bantuan dari pemerintah yang sejak dibangun tahun 2018 tidak bisa difungsikan alias mangkrak (Elok Aprianto/jurnalMojo.com)

Sidak Pembuangan Limbah Tahu, Satpol PP Temukan IPAL Bantuan Pemerintah Mangkrak

Usaha pembuatan tahu milik Solikin (Elok Aprianto/jurnalMojo.com)

JOMBANG (jurnalMojo.com) — Tim gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang, Jawa Timur melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sentra usaha pembuatan tahu, di dua Desa yang berada wilayah Kecamatan Jogoroto.

Dari hasil sidak ke dua Desa yakni, Desa Sumbermulyo dan Desa Mayangan, Kecamatan Jogoroto, tim gabungan menemukan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) tidak berfungsi. Sehingga para pengusaha tahu di area tersebut membuang limbah ke saluran sungai.

Parahnya, IPAL yang nilainya milyaran rupiah itu merupakan bantuan pemerintah pada tahun 2018 dari DLH Kabupaten Jombang.
Wiwik salah satu pengusaha tahu, di Dusun Bapang, Desa Sumbermulyo, membenarkan jika suaminya mendapatkan bantuan dari pemerintah berupa bangunan IPAL untuk usaha pembuatan tahu.

Namun, sambung Wiwik, pasca dibangunnya IPAL tersebut, pemerintah tidak memberikan arahan dan bimbingan untuk pengelolaan limbah. Bahkan, pasca uji coba, bangunan IPAL yang menalan anggaran 1,2 milyar itu dibiarkan begitu saja.

“Waktu itu pertama sudah jadi mau ujicoba ternyata gagal. Akhirnya ngga dipakai sampai sekarang terus akhirnya ditinggal ngga ada solusi. Uji coba kalau berhasil ada beberapa titik, ternyata gak berhasil, gak bergungsi, dan terbengkalai,” ungkap Wiwik pada sejumlah jurnalis, Senin (23/11/2020).

Lantaran, IPAL tersebut tak berfungsi, Wiwik mengaku enggan disalahkan soal limbah pembuatan tahu, yang dibuang ke sungai. “Kalau gini mau nyalahkan saya akhirnya tadi saya stop. Sementara langsung ke sungai,” ucapnya.

Meski mengakui jika ia membuang limbah ke sungai, Wiwik mengklaim bahwa air limbah pengelolaan tahu yang ia buang ke sungai sudah sesuai baku mutu. Sehingga tidak mencemari sungai. “Kalau limbah saya tiap tahun ada labnya katanya ngga ada masalah,” ujarnya.

Saat disinggung terkait awal ia mendapatkan bantuan IPAL tersebut dari pemerintah Kabupaten, Wiwik kurang mengerti terkait proses bantuan tersebut. Pasalnya, yang menerima bantuan tersebut adalah suaminya yakni Solikin.

“Langsung dibangunkan. Katanya disini satu titik terus di murong barat pak polo beki itu juga ada satu titik. Iya sekitar 1,2 m (anggaran pembuatan IPAL, red),” tukasnya.

Sementara itu, Sifaul Zaki, salah satu pengusaha tahu di Dusun Bapang, Desa Sumbermulyo, membenarkan jika seluruh pengusaha tahu di wilayahnya membuang limbah ke sungai. Lantaran, IPAL bantuan dari pemerintah tidak bersungsi.

“Langsung dibuang ke sungai. Karena dulu pemerintah membuatkan IPAL di sana (IPAL di usaha tahu milik Solikin, red). Dulu diuji coba, tapi gak bisa, sehingga tidak difungsikan,” pungkasnya.

Terpisah, Diana salah satu staf dari DLH Jombang yang ikut dalam sidak, membenarkan jika dahulu pemerintah Jombang, melalui DLH memberikan bantuan pada beberapa pengusaha tahu di Dusun Murong, dan Dusun Sumbermulyo.

“Bantuannya ada 7, biogas ada 5, terus IPAL ada 2. Ya nanti kita akan sampaikan pada atasan, kalau bantuannya tidak berfungsi,” ucap Diana singkat.

Sementara itu Kabid Penegakan Perda Satpol PP Jombang, Wikku F. Diaz menjelaskan jika giat sidak ini merupakan tindak lanjut dari adanya pengaduan soal limbah, yang diterima oleh pemerintah kabupaten. “Kami diperintahkan oleh Pak Sekda untuk mengecek,” ucap Wikku.

Lebih lanjut Wikku mengatakan, berdasarkan laporan dari DLH, di Dusun Murong dan Dusun Bapang,  sudah pernah diberikan bantuan untuk pengolahan bio gas dan pengolahan limbah cair.

“Sehingga kami pastikan mengecek, ternyata dari semua yang kita amati tidak ada yang berfungsi. Bahkan dari semua yang kita lihat. Kondisnya memprihatinkan untuk pengolahan bio gas. Sementara IPAL nya dibiarkan mangkrak, padahal itu usianya masih 2 tahun,” kata Wikku.

Saat ditanya langkah apa yang akan dilakukan satpol PP, Wikku mengaku bahwa ia akan melaporkan hasil sidak tersebut ke Sekda, untuk dicarikan solusi. “Hasil ini kami laporkan pada pak Sekda, untuk ditindaklanjuti langkah-langkah selanjutnya,” pungkas Wikku .(elo/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar