Korban saat dievakuasi ke RSUD Ploso (Elok Aprianto/jurnalMojo.com)

Nekat, Pria Di Jombang Gorok Leher Sendiri Dengan Sabit

Polisi saat melakukan olah TKP (Elok Aprianto/jurnalMojo.com)

JOMBANG (jurnalMojo.com) — Seorang pria asal Desa Bangsri, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, nekat menggorok lehernya sendiri pada Senin (31/08), sekira pukul 18:00 WIB sore.

Pria nekat tersebut diketahui bernama Maryono (33), warga asli Rt 02 Rw 02 Dusun/Desa Pelabuhan, Kecamatan Plandaan.

Ia sengaja menggorok lehernya sendiri dengan menggunakan sabit di dalam ruangan bekas kamar rumah mertuanya sendiri di Dusun Jambe, Desa Bangsri.

Kapolsek Plandaan, AKP Akwan mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan dari warga bahwa telah terjadi percobaan bunuh diri. Selanjutnya dilakukan penyelidikan guna mengetahui motif kejadian tersebut.

“Kami mendapat laporan jika ada warga yang mencoba bunuh diri dengan menggorok lehernya sendiri dengan menggunakan sabit. Kami datang ke Tkp dan melakukan penyelidikan lebih lanjut,” kata Kapolsek pada sejumlah jurnalis, Selasa (01/09/2020).

Lebih lanjut Kapolsek mengatakan, peristiwa tersebut diketahui oleh kakak ipar korban yang bernama Fatkurrozi (45). Saat itu dirinya hendak melihat ayam yang berada di rumah orang tuanya.

Sesampainya di depan TKP, sambung Kapolsek, Fatkurrozi melihat ada kaki berada didalam kamar orangtuanya.

Semula pelapor mengira bahwa kaki tersebut adalah kaki orangtuanya yang sedang tiduran dikamar. Namun setelah dipanggil beberapa kali tidak menjawab.

“Setelah dipanggil tidak ada jawaban, Fatkurrozi kemudian mendekat dan menyalakan lampu kamar. Dirinya terkejut melihat korban sudah tergeletak di tanah dalam keadaan telentang menghadap keatas dengan kondisi leher korban bagian depan terdapat luka sayatan dengan kedalaman 5 cm dan panjang 15 cm,” ujar Kapolsek.

Menurut pengakuan saksi, lanjut Kapolsek, pada leher korban terdapat bercak darah dan luka menyayat.

“Korban sudah berlumuran darah, terlihat ada sebilah sabit yang terdapat bercak darah tergeletak di sebelah kiri korban. Selanjutnya Fatkurrozi panik dan keluar rumah meminta pertolongan kepada warga sekitar,” terang Kapolsek.

Saat itu juga korban diangkat bersama-sama dengan warga kemudian dibawa menuju ke RSUD Ploso. Beruntung nyawa korban dapat terselamatkan.

Polisi yang datang ke lokasi kemudian melakukan olah Tkp dan mengamankan barang bukti satu bilah sabit yang terdapat bercak darah korban, serta sepasang sandal jepit milik korban.

“Dari keterangan pihak keluarga, korban sebelum kejadian sering terlihat melamun. Kemungkinan ada suatu permasalahan yang dipendam,” pungkas Kapolsek. (elo/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar