Tumpukan limbah B3 yang digunakan sebagai akses jalan kandang ayam (Elok Aprianto/jurnalMojo.com)

Limbah B3 Kembali Ditemukan, Dewan Minta APH Turun Tangan

JOMBANG (jurnalMojo.com) — Kembali ditemukannya limbah bahan, berbahaya dan beracun (B3) di area persawahan di Desa Karangdagangan, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang Jawa Timur, mendapatkan sorotan dari dewan.

Wakil rakyat di Komisi C DPRD Jombang memberi warning terkait pembuangan limbah B3 tersebut.

Hal ini diungkapkan oleh ketua komisi C DPRD Jombang, Choirul Anam. Ia meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Aparat Penegak Hukum (APH) memberikan tindakan tegas.

“Limbah B3 ini sangat membahayakan, kami sudah seringkali mengingatkan agar tidak mempergunakan sembarangan,” ujar Choirul, Minggu (12/07/2020).

Politikus PDI Perjuangan tersebut menegaskan, tidak ada tolerir untuk pemanfaatan limbah tanpa izin atau tanpa di kelola terlebih dahulu.

Lantaran, limbah B3 ini sangat merusak lingkungan. Bahkan, ini juga berdampak kesehatan masyarakat sekitar pembuangan.

“Ini dampaknya tidak satu hari dua hari tapi dampaknya kedepan, sangat merusak lingkungan,” ungkapnya.

Untuk itu, lanjut Choirul, hal ini harus ditanggapi serius oleh DLH maupun APH. Apabila diperlukan kasus ini harus diproses secara hukum, karena sudah melanggar undang-undang.

Paling tidak, lokasi dilakukan penyegelan dan limbah diangkut kembali. “Ya paling tidak ini disegel tempat usahanya itu,” tegasnya.

Ia juga menambahkan, apabila hal ini tidak ada tindak tegas dari Pemkab Jombang. Maka hal serupa akan terus terjadi kedepannya.

Sehingga, dengan adanya tindakan tegas paling tidak ada efek jera dan menjadi pembelajaran bagi pengusaha lainnya untuk tidak mempergunakan limbah B3 secara sembarangan atau bahkan digunakan untuk material bangunan. “Kalau tidak ada tindakan saya yakin akan terus terulang kembali,” paparnya.

Tidak hanya itu, imbuh Choirul, DLH juga harus memberikan sosialisasi ke masyarakat apabila penggunaan limbah B3 dilarang dan sangat membahayakan bagi lingkungan dan kesehatan.

“Dengan begitu masyarakat tahu dan bisa memberi laporan apabila ada yang membuang atau mempergunakan limbah sembarangan,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, tumpukan limbah B3 kembali ditemukan. Tumpukan limbah B3 tersebut digunakan untuk bahan urukan akses jalan menuju kandang ayam. (elo/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar