Resensi Buku, Kekuasaan adalah Uang

Oleh : Cahya Suryani S.IP.M.A *

Kita mengenal istilah individual differences atau setiap individu pasti berbeda, baik berbeda pandangan, berbeda agama, berbeda suku dan kepercayaan. perbedaan yang dimiliki oleh setiap individu memiliki satu poin penting yang dapat menyatukannya yaitu uang. buku “agama saya adalah uang” merupakan yang karya pak Nurudin, salah satu dosen senior Ilmu Komunikasi.

Saat ini semua butuh uang, uang telah menjadi salah satu kebutuhan hidup mendasar sebuah individu dalam kata lain uang dapat menyangkut isi perut, sebuah kesejahteraan. uang yang dimaksud dalam buku ini adalah untuk menggambarkan kehidupan masyarakat Indonesia yang ditulis dengan alur bercerita. uang memiliki dua sisi seperti kehidupan yang memiliki sisi baik maupun sisi buruk. uang dapat menyatukan sebuah perbedaan, menyelesaikan sebuah konflik namun uang juga dapat membuat konflik itu sendiri.

Membaca buku ini seperti kita terbawa akan suasana keragaman bangsa Indonesia, penulis buku menyajikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh warga +62 dengan bahasa santai namun menggelitik untuk terus membacanya. kritik-kritik yang disajikan dalam tulisan sesuai dengan keadaan yang di alami saat ini. buku ini terdiri dari empat bagian dimana setiap bagian memiliki tema tersendiri.

Bagian pertama buku ini mengulas mengenai keragaman masyarakat Indonesia namun yang tanpa kita sadari keragaman itu mulai pudar. kegelisahan penulis mengenai hal dituangkan dalam tema Pluralitas Masyarakat dan peluang Integrasi. salah satu artikel yang menggelitik untuk dibaca berjudul Tuhan memang satu, kita yang tak sama.

Bagian kedua mengulas mengenai kekuasaan. Tema pada bagian kedua ini mengenai pemerintah kuat negara lemah, kritik penulis mengenai peran pemerintah yang terlalu kuat dan dominasi kekuasaan dengan menggunakan peluang jabatan hingga lawan menjadi kawan.

Bagian ketiga dengan topik bersatu karena kepentingan pragmatis, sebuah perbedaan yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia seakan mulai luntur karena tidak di ijinkan untuk terus berkembang, hingga perbedaan seakan di bungkam oleh kekuasaan.

Bagian keempat dengan topik pemerintah dan kecurigaan pada gerakan masyarakat, salah satu artikel dalam bagian ini berjudul kritiklah daku, kau ku tangkap yang mengulas mengenai ketika masyarakat mengkritisi sebuah kebijakan dari pemerintah, maka masyarakat itu dianggap sebagai musuh dari kubu sebelah. sebuah stigma yang tidak adil dimana kubu yang yang tidak mengkritisi di anggap baik, sedangkan yang kritis di anggap tidak baik.

Buku ini ditulis oleh penulis sebagai bentuk kritik yang di tuliskan dengan bahasa populer sehingga dapat dibaca oleh semua kalangan, kalimat kritik yang disampaikan dengan bahasa ramah tanpa ada kalimat sarkas atau kritik keras. buku ini berisikan 37 artikel yang berasal dari kolom penulis di media Terakota.

Buku ini dapat menjadi salah satu referensi untuk mengetahui isu-isu populer yang terjadi di Indonesia saat ini. buku yang layak untuk dibaca oleh semua kalangan.

Judul Buku Agama Saya Adalah UANG.
Penulis Nurudin. Penerbit Intrans Publishing. Cetakan Februari 2020. Tebal xvi + 182 halaman.

*Penulis adalah Penggiat Literasi dan Anggota Komite Litbang MAFINDO

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar