Jubir satuan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 kabupaten Jombang, Budi Winarno (Elok Aprianto/jurnalMojo.com)

Meski Ada Larangan Mudik, Ratusan Pemudik Tetap Masuk ke Jombang

JOMBANG (jurnalMojo.com) —Meski sudah ada larangan mudik yang dikeluarkan oleh pemerintah, ditengah pandemi virus Covid-19 atau Corona, masih banyak pemudik yang masuk ke Jombang, Jawa Timur.

Hingga saat ini tercatat ada ratusan warga Jombang yang pulang dari luar kota.

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jombang, tiga hari terakhir ini ada ratusan warga Jombang yang kembali pulang dari luar kota.

Ratusan orang yang datang dari luar Jombang itu dikategorikan sebagai orang dengan resiko (ODR). Jumlah data ODR di Jombang per tanggal 25 April tercatat ada sebanyak 8881 orang.

Data ini bertambah, bila dibandingkan dengan tanggal 24 April, dimana data ODR sebanyak 8692. Secara akumulatif ada penambahan 225 orang.

Sedangkan, pada tanggal 26 April data ODR di Jombang sebanyak 9149. Artinya ada penambahan sebanyak 268 orang dibanding hari sebelumnya.

Jumlah ODR ini mengalami trend kenaikan hingga hari Senin (27/4) kemarin. Di hari itu saja, ada sebanyak 9329 ODR yang tercatat oleh tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jombang.

Artinya, data ODR di kota santri bertambah 180 orang dari jumlah penambahan sebelumnya.

Menurut jubir satuan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Jombang, Budi Winarno, data ODR ini merupakan orang yang datang dari luar kota masuk ke Jombang.

“ODR tidak harus pemudik, pokoknya orang yang datang ke Jombang,” terang Budi, Selasa (28/04/2020).

Lebih lanjut Budi mengakui jika, orang yang datang ke Jombang tersebut terus meningkat segi harinya. Kalau melihat data ODR 3 hari terakhir tersebut, ada sebanyak 673 orang yang sudah tercatat dalam ODR.

Namun, Budi tidak bisa memastikan apakah ratusan pemudik itu mengabaikan larangan pemerintah untuk tidak mudik di tengah pandemi atau tidak.

“Saya tidak bisa menjustifikasi itu (pemudik mengabaikan larangan pemerintah untuk tidak mudik, red). Yang jelas pemerintah sudah menghimbau. Tapi ya memang kenyataannya terus berdatangan itu,” katanya.

Sementara itu, untuk mengantisipasi penyebaran covid-19, pihak Pemkab Jombang mewajibkan para pemudik untuk menjalani karantina di tempat yang sudah disiapkan di setiap desa masing-masing.

Akan tetapi pihak Pemkab tidak memberlakukan rapid tes bagi setiap pemudik. Hanya orang yang mempunyai ciri tertentu yang akan menjalani rapid tes.

“Yang datang ke Jombang tetap menjalani karantina. Untuk rapid test hanya dilakukan terhadap orang yang ada gejala atau dicurigai covid-19,” tukas Budi.(elo/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar