Panen Raya Padi di Desa Pesanggrahan Kutorejo (Hasan Assegaf/Jurnalmojo)

Di Tengah Pandemi Covid- 19, Dispertan Klaim Surplus 78.185 Ton Beras Saat Panen Raya

MOJOKERTO (jurnalMojo.com) — Di tengah Pandemi Covid-19, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Mojokerto mengklaim hasil produksi beras mencapai 78.185 ton pada masa panen raya bulan April 2020.

Panen raya di bulan April 2020, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Mojokerto mengklaim hasil produksi beras yang mencapai 78.185 ton.

Dari luas tanah 54.140 hektare yang sudah dipanen sudah mencapai 14.500 hektar. Dari serapan 351.369 ton gabah kering panen (GKP) setelah diproduksi menjadi beras sekitar 203.579 ton beras.

Namun, konsumsi beras masyarakat Kabupaten Mojokerto mencapai 125.394 ton.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Teguh Gunarko, menjelaskan, bahwasanya kebutuhan pangan di Kabupaten Mojokerto masih kurang.

“Kebutuhan yang diperlukan yaitu 125.394 ton jika dikonversi maka kita surplus sekitar 78.185 ton beras yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Kabupaten Mojokerto selama lima bulan ke depan,” ungkagnya, Selasa (21/4/2020).

Teguh juga menyampaikan, pihaknya akan terus berupaya meningkatkan hasil produksi beras. Pemerintah pusat juga sudah memberikan bantuan berupa bantuan bibit unggul kepada Pemkab Mojokerto sebanyak 4.000 hektare.

“Bantuan dari pemerintah pusat ini diberikan dalam bentuk benih bukan Cas Money,” jelasnya.

Maka dari itu, dapat dipastikan bahwa ketersediaan pupuk tetap terjaga, agar ditengah pandemi virus corona ini hasil panen tetap terjaga.

“Jangan sampai padi semula bisa tanam dua sampai 3 kali hanya jaringan saluran irigasi tersier rusak akhirnya hanya bisa panen satu kali ini yang akan kita kejar luas area tanam kedepannya seperti itu,” ungkapnya.

Maka dari itu, Teguh memastikan ketersediaan bahan pangan untuk lima bulan kedepan tetap tercukupi.

“Komoditas seperti beras, jagung dan daging di Kabupaten Mojokerto kita pastikan aman,” tutupnya. (has/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar