Kanit Reskrim Polsek Tegalsari, Ipda I Gede Made Sutayana, menanyakan kronologi kedua pelaku saat menjambret tas di Jalan Raya Darmo, Rabu sore (15/4/2020). (foto/istimewa)

Nekad Menjambret, Dua Napi Program Asimilasi Diringkus Polsek Tegalsari

Barang bukti milik tersangka residivis penjambretan berupa sepeda motor yang disita oleh tim reskrim polsek tegalsari surabaya, Rabu sore (15/4/2020). (foto/istimewa)

MOJOKERTO (jurnalMojo.com) Tim Reskrim Polsek Tegalsari, mengamankan dua orang residivis jambret, Kamis (9/4/2020) pukul 16.30 Wib, di Jalan Raya Darmo, Kota Surabaya. Diketahui, kedua pelaku bernama itu bernama M Bahri (25), asal Jalan Gundih Surabaya, dan Yayan (23) warga Jalan Margorukun Surabaya.

Pelaku yang melancarkan aksinya di depan Bank Swasta tersebut dikejar oleh petugas kepolisian. Bersama masyarakat sekitar, polisi berhasil mengamankan kedua pelaku di Jalan Kapuas.

Kanit Reskrim Polsek Tegalsari, Ipda I Gede Made Sutayana, mengatakan, barang bukti yang diamankan adalah sepeda motor dan tas milik korban yang sudah dilempar ke pelaku lainnya yang kini sedang dilakukan pengejaran.

Berdasarkan pengakuan dari pelaku, residivis tersebut sudah melakukan tindak pidana yang sama di tahun 2017, dan divonis 5 tahun. Pelaku sudah menjalani hukuman di Lapas Lamongan kurang lebih 2 tahun.

“Sedangkan sisa tahanan dipotong dengan program asimilasi akibat virus Covid 19. Sehingga, mereka menghirup udara bebas pada (3/4/2020),” ujarnya dalam pres rilis, Rabu sore (15/4/2020).

Pasal yang diterapkan oleh kedua tersangka yakni pasal 365 KUHP tentang pencurian disertai kekerasan dengan ancaman hukuman penjara 9-12 tahun.

“Pelaku melihat situasi terlebih dahulu. Kemudian, yang bersangkutan mengambil tas dengan paksa. Korban waktu itu sempat jatuh dan meminta tolong. Kebetulan anggota kami di lapangan dengan sigap melakukan penangkapan bersama warga,” ungkapnya.

Ipda I Gede Made Sutayana menghimbau kepada masyarakat, tetap menjaga kebersihan dan selalu memakai masker.

“Untuk Kamtibmas di wilayah Surabaya tetap waspada. Kalau keluar, jangan sendirian, harus ditemani oleh temannya. Kalau ada kejadian yang tidak diinginkan, maka temannya bisa membantu menghubungi pihak berwajib,” tegasnya. (nto/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar