Kondisi jalan nasional yang berlubang, di sekitar wilayah pasar Peterongan (Elok Aprianto/jurnalMojo.com)

Proyek Jalan Nasional Diperbaiki Asal-asalan, BBPJN Tak Mau Serah Terima

JOMBANG (jurnalMojo.com) – Baru dibangun, proyek jalan nasional di sekitar wilayah pasar Peterongan, Jombang Jawa Timur, sudah berlubang.

Parahnya, lubang yang hampir merata tersebut, sudah banyak memakan banyak korban kecelakaan.

Namun, hingga saat ini perbaikan jalan nasional tersebut belum dilakukan oleh pihak rekanan. Bahkan, kerusakan pada jalan yang dibangun pada tahun 2018 lalu semakin parah.

Seperti yang terlihat kemarin, di jalan Soekarno-Hatta, hampir seluruh kerusakan jalan belum ditangani. Baik lubang di tengah maupun di pingir jalan serta retakan yang memanjang.

Sementara di Kecamatan Peterongan, meski sudah diperbaiki dengan aspal, beberapa kerusakan masih ada. Cor yang berlubang nampak di beberapa titik. Kondisi cor ditambal aspal pun sebagian juga sudah rusak.

“Ini jalannya rusak sudah lama tapi belum diperbaiki, padahal pembangunannya baru,” ujar Adit(28), warga Desa Peterongan, Kecamatan Peterongan, Minggu (05/01/2020).

Lebih lanjut Adit mengatakan bahwa beberapa waktu lalu memang sempat ada perbaikan di sekitar fly over, akan tetapi perbaikan dilakukan secara asal-asalan. Sehingga jalan kembali rusak lagi.

“Kayaknya hanya ditambal sulam saja. Seharusnya perbaikan dilakukan dengan maksimal. Kan bahaya habis ini musim hujan, takutnya ada korban lagi,” tegasnya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Preservasi Jalan Kertosono, Jombang, Mojokerto, Gempol, dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), Sriyanto mengatakan masih menunggu pihak rekanan dari PT Timbul untuk mengerjakan perbaikan. “Jadi sampai sekarang masih belum serah terima,” ungkapnya.

Saat ditanya, apakah ada teguran atau sampai dengan pemberian sanksi blacklis kepada rekanan, ia mengaku bahwa sudah seringkali memberikan teguran kepada rekanan untuk melakukan perbaikan. Namun, pemberian sanksi, untuk blacklist masih belum dilakukan.

“Kontraktor juga sudah melakukan perbaikan tapi tidak sempurna, jadi menunggu kontraktor memperbaiki dengan sempurna baru melakukan serah terima akhir,” pungkasnya. (elo/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar