Arkeolog BPCB Wicaksono Dwi Nugroho (Elok Aprianto/jurnalMojo.com)

Ekskavasi Situs Sumberbeji, BPCB Jatim Diminta Desa untuk Melanjutkan

JOMBANG (jurnalMojo.com) – Rencana ekskavasi yang dilakukan oleh pihak Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, pada situs Sumberbeji, di Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro Jombang, Jawa Timur akan dilanjutkan.

Hal ini dikarenakan ekskavasi situs petirtaan Sumberbeji diminta pihak Desa untuk melanjutkan proses ekskavasi, hingga Sabtu (21/9).

Menurut keterangan Arkeolog BPCB Jatim, Wicaksono Dwi Nugroho, pada hari ke 10 ekskavasi, tim telah menemukan semua sisi dinding petirtaan, yang berbentuk persegi, dengan panjang 20 meter, lebar 17 meter, dengan kedalaman sekitar 2 meter dari permukaan dinding teratas, sampai tatanan bata bawah yang merupakan lantai.

“Rencana memang ekskavasi selama 10 hari, dan berakhir hari ini (rabu, red). Namun pihak desa meminta ekskavasi diperpanjang sampai selesai, sehingga kami perpanjang hingga 3 hari kedepan, yakni sampai Sabtu (21/9),” ujar Wicaksono pada sejumlah jurnalis, Rabu (18/9/2019).

Dengan demikian, lanjut Wicaksono, sisa beberapa hari kedepan, pihaknya akan melakukan penyedotan lumpur dengan mesin penyedot, yang saat ini sudah ada di lokasi situs. “Harapannya dapat menampakkan petirtaan lebih utuh. Termasuk barangkali ada temuan-temuan lainnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut Wicaksono mengatakan bahwa setelah ekskavasi selesai, pihak BPCB akan melakukan analisa guna mengetahui apakah perlu tahapan ekskavasi lanjutan atau tidak.

“Ada beberapa PR, seperti tangga masuk yang kami perkirakan ada di sisi timur, tapi belum kami temukan sampai hari ini. Kemudian saluran buang, kami menemukan indikasi ada lubang di dinding utara. Tapi kami masih menunggu lumpur terangkat dulu,” terangnya.

Namun jika telah cukup, imbuh Wicak, perlu kajian zonasi untuk pemanfaatan ke depan. Selanjutnya kami paparkan ke Bupati Jombang melalui dinas terkait. “Pada intinya kami menyerahkan tinggalan cagar budaya ini ke pemerintah Kabupaten Jombang, berkaitan dengan pemanfaatan dan pemeliharaannya,” tegasnya.

Sementara itu, sejauh melakukan ekskavasi, tim BPCB menemukan lima jaladwara atau pancuran air kuno hingga temukan pancuran garuda, pada dinding selatan menghadap ke timur.

“Jadi berkaitan dengan pancuran garuda, ada satu PR juga, saya ingin melihat apakah bangunan ini dibangun pada satu masa pembangunan, atau pernah ada rehab. Untuk itu kami perlu (struktur) terbuka secara menyeluruh terlebih dahulu. Sehingga itu (garuda) itu asli sekali buat atau tambahan saat rehab,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jombang, drg Budi Nugroho menjelaskan, usai diserahkannya temuan situs tersebut pada pemerintah Kabupaten nantinya. Pihaknya akan menyiapkan sejumlah aturan yang berkaitan dengan pengelolaan situs tersebut.

“Tentu saja kita harus menyusun peraturan-peraturan daerah untuk mengelolah ini. Utamanya untuk membiayai kegiatan untuk menggali atau meyiapkan tempat ini menjadi obyek yang seutuhnya,” terang Budi.

Mengingat skala prioritas yang dibutuhkan dalam waktu dekat ini, imbuh Budi, pemkab Jombang akan menyiapkan Peraturan Bupati (Perbup). “Itu filternya di bagian hukum. Kalau nanti memungkinkan ya otomatis target saya, dalam perubahan anggaran kita bisa berbuat banyaklah untuk menangani situs ini. Termasuk menambah juru pelihara,” pungkas Budi. (elo/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar