Suasana pertandingan PSID Jombang saat menjamu tamunya Arema Indonesia (Elok Aprianto/jurnalMojo.com)

Bermain di Kandang, PSID Jombang Libas Arema Indonesia 8-0

JOMBANG (jurnalMojo.com) – Bermain di Stadion Merdeka Jombang, Jawa Timur, tim kesayangan warga Jombang, PSID Jombang libas habis tamunya, pada Minggu (8/9), sore.

Bermain apik didepan pendukungnya PSID Jombang, menang telak 8-0 atas Arema Indonesia, dalam laga ke 3 putaran Liga 3 Regional Jatim.

Dengan memperoleh 3 poin tambahan, PSID Jombang sementara ini bertengger di puncak Klasemen Grup F dengan mengoleksi 7 poin.

Dalam laga sebelumnya, PSID Jombang juga membabat habis tamunya Blitar Poetra dengan skor 4-0, dan di laga ke 2, PSID Jombang hanya mampu bertahan imbang 1-1 ketika bertamu di kandang Metro FC.

Menurut penjelasan sang Pelatih PSID Jombang, Heru Sumarno, poin penuh dalam laga tadi itu memang pantas didapatkan tim berjuluk laskar kebo kicak.

Selain itu, Heru sengaja menerapkan formasi 4-3-3. “Kunci keberhasilan mereka (Pemain, red) sangat luar biasa, hal itu yang sangat sulit sekali kita bentuk saat menyamakan instruksi dilatihan dan dilapangan sama persis yang kita harapkan hingga mendapat skor 8-0 tanpa balas,” ujar Heru pada sejumlah jurnalis, usai pertandingan.

Lebih lanjut Heru juga menghimbau kepada para pemainnya untuk tidak terlalu terbawa uforia kemenangan. Lantaran PSID, masih memiliki 3 laga lanjutan, yang akan dilakoni pada bulan depan.

“Kita selalu evaluasi masalah yang bisa membuat kerugian bagi tim. Kita masih ada 3 pertandingan lagi di 2 laga tandang dan 1 kandang,” terangnya.

Saat disingung atas komplain pelatih Arema Indonesia, pada wasit, Heru lebih menyerahkan penuh kepada keputusan wasit dilapangan yang memimpin.

“Kita tetap percaya dengan perangkat pertandingan dan bila nantinya akan terjadi hal yang sama di laga tandang, kita tetap tidak khawatir karena kita sudah terbiasa, yang jelas para pemain tetap berusaha semaksimal mungkin ditengah lapangan itu kuncinya,” tukas Heru.

Perlu diketahui, ratusan personil gabungan TNI dan Polri dikerahkan dalam penjagaan pengamanan laga tersebut.

Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mencegah terjadinya kerusuhan suporter. “Kita menyekat massa dari aremania untuk kembali lagi ke kotanya, agar tidak terjadi kembali pengalaman di tahun kemarin,” kata Kapolres Jombang, AKBP Fadli Widiyanto.

Bahkan, jelang laga berlangsung, pihak panpel dan manajemen kedua tim sepakat tidak menerjunkan suporter Aremania di Stadion Merdeka Jombang.

“Kami bermaksudnya untuk melindungi nyawa antar kedua suporter baik dari Arema maupun warga Jombang. Kedepan tentunya kita berharap sepakbola Indonesia bisa jadi pemersatu bangsa serta semakin maju dan aman,” pungkas Kapolres. (elo/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar