Rocky Gerung Hidupkan DNA Pola Pikir Kritis Mahasiswa UTM

Bung Rocky membalikkan fotonya dengan memberikan arti dan makan tersendiri. (Deaz Terengganu/Jurnalmojo)

BANGKALAN (Jurnalmojo.com) – Tokoh Filsafat Rocky Gerung memberikan wejangan materi dan menghidupkan pola pikir kritis kepada Mahasiswa di Universitas Trunojoyo Madura, Jum’at (30/08/2019).

Kegiatan yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo Madura tersebut bertemakan “Merawat Indonesia dengan pola pikir sebagai dari bagian DNA mahasiswa” mendapat antusiasme yang tinggi.

Terbukti sejak pendaftaran dibuka hanya berselang dua hari telah memenuhi kuota sebanyak 450 peserta yang mayoritas datang dari Mahasiswa Fakultas Hukum UTM.

Bertugas sebagai pemateri dalam seminar tersebut juga diantaranya ada pula Wakil Dekan II Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo Madura Dr. Safi’ S.H., M.H yang juga merupakan akademisi hukum.

Gubernur Fakultas Hukum UTM Moh. Syahfudin yang menjadi penggagas Seminar Nasional bersama Rocky Gerung ini sangat berterimakasih dengan kehadirannya untuk menebar ilmunya di kampus UTM

Menurut pria yang akrab disapa Didin tersebut, tujuan mendatangkan Rocky Gerung adalah untuk bisa lebih membuka wawasan serta untuk lebih berpikir kritis dan tentunya agar tetap menjadi bagian DNA dari Mahasiswa.

“Sebagai calon-calon pemimpin dan pemikir-pemikir di masa depan, kita harapakan mahasiswa ini bisa benar-benar mengedepankan pola kritisnya dan lebih peka terhadap lingkungan sekitar,” ucapnya.

Hal senada disampaikan oleh Wakil Dekan III Fakultas Hukum UTM Mukhlis S.H., M.H ketika memberikan sambutan bahwa tema yang diusung pada kesempatan tersebut sungguh luar biasa karena saat ini sifat kritis Mahasiswa terhadap lingkungan sosial perlu dipertanyakan.

“Entah faktor apa seiring berkembangnya teknologi Mahasiswa saat ini sudah tidak seperti jaman dahulu, tema yang provokatif tapi penuh makna ini sangat pas untuk kondisi saat ini karena Bung Rocky ketika mengkritisi selalu memakai logika yang luar biasa,” tambahnya.

Sementara itu, Menurut Rocky Gerung saat ini kondisi Mahasiswa Indonesia masih tertidur lelap dan belum terlalu kritis dan peka terhadap isu-isu terkini.

Dirinya ingin membangunkan DNA kritis yang tertidur tersebut karena memang hal itu merupakan bagian dari Mahasiswa agar tidak tutup telinga dan mata terhadap persoalan bangsa yang terjadi saat ini.

“Mahasiswa UTM tadi sangat antusias termasuk pertanyaan yang dilontarkan sudah mulai kritis namun masih mendasar, harapannya mereka nanti yang harus menjadi sosial kontrol agar pemerintah tidak sewenang,” ucapnya.

Kampus menurutnya sangatlah penting untuk merawat intelektual bebas ini karena mahasiswa ini nantinya harus menjadi benteng bangsa dan jangan sampai masuk dalam global kapitalisme.

“Elemen keadilan ada pada mahasiswa, dua hari harus sudah terbangun pola kritisnya ketika suatu hal yang tidak enak dilihat, pemalsuan isu yang selama ini dibangun harus dibongkar,” tegasnya. (eaz/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar