Budayawan Emha Ainun Najib atau akrab disapa Cak Nun ketika berceramah. (Deaz/Jurnalmojo)

Pertama Kali, Pengajian Cak Nun Dibanjiri Ribuan Masyarakat Sampang

Ribuan masyarakat memadati lokasi acara “Ngajih Areng Sareng Cak Nun”. (Deaz/Jurnalmojo)

SAMPANG (Jurnalmojo.com) – Budayawan Emha Ainun Najib atau akrab disapa Cak Nun bersama group musik Kyai Kanjeng menyedot perhatian warga Camplong, Kabupaten Sampang. Selasa (27/08/2019).

Tokoh intelektual itu hadir untuk mengisi pengajian dalam rangka Haul Buju’, Pejuang, Pahlawan Se Nusantara dan Memperingati HUT Kemerdekaan RI Ke 74.

Ngajih bareng Cak Nun tersebut mengusung tema “Ketulusan dan keikhlasan leluhur mewujudkan kemerdekaan pemuda generasi milenial khusnul khotimah” sejak pukul 19.00 WIB, warga dari dalam dan luar Sampang terus berdatangan.

Sekiranya pukul 21.00 WIB, Cak Nun tampak berjalan menuju lokasi acara dengan penuh pengawalan dikarenakan antuasis warga yang ingin berebut ingin bertemu dan bersalaman dengannya.

Ketua Yayasan Mahkuto Romo KH. Ramli selaku penyelenggara mengaku mulai bujang dahulu berkeinginan mendatangkan Cak Nun namun baru terealisasi saat ini dan bersyukur mendapat antusias yang tinggi dari masyarakat.

“Di momen bulan kemerdekaan ini kita juga harus ingat bahwa ada peran ulama serta do’anya bersama rakyat untuk merdeka dari penjajah pada jaman dahulu,” ucapnya.

Hal senada disampaikan oleh Bupati Sampang H. Slamet Junaidi yang mengapresiasi kegiatan tersebut karena memang baru kali ini pertama Cak Nun singgah dan memberikan ceramah agama di Kota Bahari.

Ketika disinggung mengenai masalah narkoba, pria yang akrab disapa H. Idi tersebut menyampaikan bahwa permasalahan tak hanya harus dilawan namun juga diperangi.

“Perangi Narkoba, Pemerintah akan terus hadir untuk memberantas itu karena Sampang saat ini telah menjadi sorotan Nasional,” ujarnya.

H. Idi yang terlarut dalam alunan musik Kiai Kanjeng tak segan segan ketika diberi amanah untuk bernyanyi oleh Cak Nun tampil dihadapan ribuan masyarakat melepaskan suara emasnya juga, Hal itu sontak membuat suasana di lapangan semakin hidup.

Sementara itu, Cak Nun yang tampil hingga pukul 24.00 WIB memberikan banyak wejangan ilmu dan nasihat kepada masyarakat Sampang dan Madura yang menonton.

Orang Madura dianggap mempunyai karakter tegas seperti dirinya oleh karenanya, Cak Nun mengajak masyarakat untuk tidak mudah larut dalam perdebatan dan sikap saling membenci.

Sesuai dengan kegiatan tersebut yang juga dalam rangka memeriahkan Kemerdekaan RI, dirinya mengajak masyarakat tidak terlalu larut dalam mencampuri urusan orang lain bahkan terjebak dalam suasana saling membenci dan menghujat.

”Kalian itu banyak tidak tahunya daripada yang diketahui. Jadi jangan mudah berdebat,” terang pentolan Kyai Kanjeng ini.

Dia mengajak supaya masyarakat berbuat sesuai peran dan fungsinya masing-masing. Tahu tugas dan kewajiban secara individu. Namun tetap menghormati dan mencitai perbedaan yang ada.

”Yang pak polisi tahu tugasnya apa, yang TNI tahu tugasnya, yang masyarakat biasa tahu tugasnya. Tidak usah saling mengambil alih tugas,” katanya.

Dengan demikian, dia yakin Bangsa Indonesia akan tumbuh semakin besar. Karena seluruh warganya saling menghormati dan tidak saling mencampuri urusan yang lainnya.

Di akhir, dirinya berharap permasalahan di Kabupaten Sampang juga akan cepat diobati seperti halnya merajalela nya narkoba yang sedang naik daun beberapa hari yang lalu. (eaz/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar