Dandim 0815/Mojokerto Letkol Kav Hermawan Weharima saat diskusi Kebangsaan bersama Ikatan Keluarga Mahasiswa Indonesia Timur (IKMIT). (Ujeck/JurnalMojo.com)

Dandim Mojokerto Rangkul Mahasiswa Papua dengan Coffee Morning dan Diskusi Kebangsaan

Dandim saat foto bersama Muspika Pacet dan mahasiswa Indonesia Timur (Ujeck/JurnalMojo.com)

MOJOKERTO (jurnalMojo.com) – Dandim 0815 Mojokerto Letkol Kav Hermawan Weharima, gelar Coffee Morning bareng aktifis mahasiswa Institut KH. Abdul Chalim (IKHAC) yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Mahasiswa Indonesia Timur (IKMIT), Kamis (22/8/2019) pagi.

Coffee Morning yang dikemas dengan Silaturahmi Kebangsaan bersama Mahasiswa asal Indonesia Timur ini digelar di komplek Pujasera, persis di depan Kampus IKHAC di Desa Bendunganjati, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Selain Dandim, hadir juga Muspika Kecamatan Pacet, Kapolsek Pacet beserta anggota, Danramil Pacet, Kepala Desa Bendunganjati, Pengurus Yayasan Ponpes Amanatul Ummah Pacet, Kabupaten Mojokerto.

”Tujuan mengumpulkan para mahasiswa asal Indonesia Timur dan Papua ini untuk bersilaturahmi dan bersinergi antara mahasiswa Jawa dengan mahasiswa asal Papua, agar mereka merasa terlindungi, karena isu yang berkembang selama ini, mereka tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang menyesatkan yang berkembang selama ini, baik di Jawa Timur maupun yang terjadi di Manukwari Papua Barat,” kata Hermawan.

Menurutnya, mahasiswa asal Papua yang saat ini menempuh pendidikan Strata 1 di Jawa Timur ini, sudah cerdas dan dewasa. Dandim optimis, jika mahasiswa Papua tidak akan terpengaruh isu isu tidak jelas yang bisa mememecah bela persatuan dan Kesatuan Republik Indonesia,” terang mantan Danyon Kavaleri.

Dirinya menegaskan bahwa pihak keamanan khususnya dari TNI wajib memberikan rasa aman dan nyaman kepada para seluruh mahasiswa asal Papua Barat maupun dari beberapa daerah Indonesia Timur yang sedang menuntut ilmu di Jawa Timur ini.

“Kita tanpa diminta oleh mereka, kita berusaha selalu melindungi dan mengayomi para Mahasiswa asal Papua Barat, dan bahkan akan saya angkat menjadi adik asuh, karena mereka butuh orang tua. Disini tempat mereka menuntut ilmu, karena mereka jauh dari orang tuanya, biar mereka disini merasa aman dan kelak mereka setelah lulus belajar nanti bila kembali ke Papua dan bisa membangun daerahnya agar lebih maju,” jelasnya.

Pihaknya yakin, jika mahasiswa maupun masyarakat Papua sudah sadar dan tetep setia pada NKRI. Sebab, mereka tau bahwa kerusuhan yang terjadi di Papua adalah ulah dari oknum yang tidak bertanggung jawab.

Abdul Rizal, salah satu Mahasiswa asal Papua yang menempuh pendidikan di Institut KH. Abdul Chalim menambah bahwa diriny bersama rekan-rekan mahasiswa yang lain, belajar menuntut ilmu di Jawa Timur, khususnya di Mojokerto sudah merasa aman dan nyaman karena sudah mendapat perlindungan penuh dari aparatur sipil serta TNI/Polri.

“Saya menghimbaukan dan menyampaikan kepada saudara se Papua, bawah kami di Mojokerto aman dan sudah di lindungi oleh Dandim, Kapolsek dan beliau sudah siap menjadikan kami anak asuh bila dibutuhkan,” tegas aktifis yang biasa dipanggil dengan sebutan Suroso.

Suroso berpesan kepada teman-teman mahasiswa diluar Mojokerto yang di kampus lain, jangan terpengaruh isu-isu yang menyesatkan di medsos. ”Saya yakin, kalian orang-orang akademisi dan bisa melawan berita hoax,” sambung dia yang diamini Nur Laila Waruwei alias Ela. (jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar