Kopi Saring Mbok Tajeng Dawarblandong (Karin Norhadini/JurnalMojo.com)

Cita Rasa Kopi Saring Mbok Tajeng, Khas Dawarblandong Bertahan Sampai Generasi Kedua

Salah satu penikmat kopi sedang menyaring ampas kopi (Karin Norhadini/JurnalMojo.com)

MOJOKERTO (jurnalMojo.com) – Dawarblandong yang terkenal dengan tanah tandusnya saat musim kemarau tiba, ternyata punya cita rasa penyajian kopi hitam legendaris khas sejak 47 tahun lalu.

Bagaimana tidak khas, kopi yang diolah secara tradisional menggunakan kayubakar dalam penggorengan biji kopi, dan ditumbuk menggunakan alu sampai penyajian ke tangan pelanggan dengan menggunakan saringan sebelum kita menyeruputnya, dilakukan alm.Mbok Tajeng dan bertahan sampai generasi keduanya Yuk Tum sapaan Tumina (43) putri alm. Mbok Tajeng dan suaminya Pai.

Khasnya lagi, baik kopi maupun gula disimpan di dalam panci stanles yang terlihat usang. kebanyakan warung kopi lebih memilih toples kaleng atau kaca untuk menyimpan kopi gongsoan dan gula.

Wardoyo (47) pedagang palawija di Dawarblandong ini salah satu pelanggan setia sejak tahun 2005 lalu.”Saya sudah hampir 14 tahun ngopi di sini, sehari sampai 3kali saya ngopi. Kopinya enak, gurih apalagi kalau minumnya sambil makan puli goreng, pisang goreng, sama tahu goreng yang dibikin Yuk Tum sendiri,” ceritanya kepada JurnalMojo.com, sambil menyaring kopi dari cangkir ke lepek, Selasa (13/08/2019).

Selain itu, uniknya pengunjung bisa langsung melihat proses pembuatan 5kg kopi gonsong setiap hari sejak pukul 09.00 wib secara langsung. Tak terkecuali sajian pendamping utama khasnya puli goreng, langsung diolah Yuk Tum sembari memasak air tanah untuk menyeduh kopi hitamnya.

Kopi hitam yang ada sejak tahun 1972 ini selalu menggunakan saringan dalam penyajiannya. Bahkan, dalam sehari gula yang dibutuhkan sebanyak 10kg untuk memenuhi kebutuhan pelanggan setianya.

“Pelanggan minum kopi menggunakan saringan sudah dari sejak awal almarhum ibu mertua saya yang jualan dulu. Soalnya kopinya kan kita tumbuk sendiri jadi kondisinya masih kasar dan akhirnya menjadi ciri khas kami,” ungkap Rodi (47) suami Yuk Tum sembari mengaduk pesanan kopi pelanggan setianya.

Kopi saring sebutan khas sekarang, disajikan dengan tiga tingkatan penyajian dan adukan yang berlawanan arah jam sebanyak 60 kali menghasilkan rasa pas.

“Sejak dulu kita punya tiga tingkatan penyajian yang diminta pelanggan, paittan isinya 3sdt kopi 1sdm gula, sedangan kopinya 2sdt terus gulanya 2sdm setengah, yang ketiga manis kopinya 2sdt gulanya 2sdm,” terangnya.

Ratusan cangkir kopi tersajikan secara original dalam dua jenis cangkir, cangkir besar dihargai hanya dengan uang 3.000 rupiah sedangkan sajian cangkir kecil bisa dicicipi hanya dengan harga 2.000 rupiah saja.

Suami Yuk Tum ini menceritakan, dulunya bangunan warung kopi hanya berbahan gedeg, sejak tahun 2018 lalu baru dibangun menggunakan beton. Bangunan berukuran 4×10 ini tepat berada disamping tempat tinggalnya.”walau dari gedeg, yang datang mulai dari remaja, tua, muda, sampai aparat yang kesini. Malah ada yang dari Surabaya, Gresik, Mojokerto minum disini.” ucapnya.

Yuk Tum nampak asik dengan gongsoan kopi robusta diatas tungku berbahan bakar kayu ini di dapur warung kopinya, sembari ditemani asap yang mengepul tebal tangannya terus membolak-balikkan kopi gongsoannya tanpa henti. Sembari ditemani kipas angin yang sengaja dihidupkan supaya kepalan asap bisa segera hilang.

Sedangkan putra semata wayangnya Muhammad Zainul (24) dengan lihainya menakar dan mengaduk tiap cangkir kopi yang diminta pelanggan membantu ayahnya, Rodi (47).

“Putra kami memang sudah dipersiapkan untuk nerusin usaha keluarga ini, soalnya kami cuman punya satu anak aja. Alhamdulilahnya sekarang sudah punya satu cucu. Jadi tidak begitu khawatir, kedepan usaha ini masih ada yang meneruskan kalau saya sama suami tidak ada,” harap Yuk Tum.

Warkop ini buka sejak pukul 05.30 wib sampai dengan malam pukul 21.00 wib, saat waktu salat dhuhur tiba warkop di Dusun Brejelkidul, Desa Pucuk, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto ini tutup dan buka kembali pukul 12.30 wib. Paling mengejutkan pendapatan bersih keluarga Yuk Tum dari Kopi Saring mencapai 6jt sampai 8jt dalam sebulan. (rin/jek)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar