Polisi merilis belasan orang yang digerebek ditempat karaoke, karena kedapatan pesta miras, ganja dan ekstasi. (A. Zain Widodo/jurnalMojo)

Polisi Gerebek Pesta Miras dan Narkoba Berkedok Halalbiihalal di Tempat Karaoke

SURABAYA (jurnalmojo.com) – Satreskoba Polrestabes Surabaya menggerebek rumah karaoke Anang Family yang berada di Komplek Apartemen Gunawangsa, Jalan Tidar, Surabaya, pada Sabtu, (15/6/2019) malam.

Penggerebekan dilakukan setelah adanya informasi jika ada sebuah kelompok yang bernama mitra kerja (MIJA), menggelar pesta miras sambil karaoke. Modus yang mereka gunakan yakni mengemas acara dengan halalbihalal.

Saat dilakukan tes urine, dari 56 orang yang sedang pesta miras di dalam satu room itu, sebelas orang diantaranya dinyatakan positif mengkonsumsi narkoba.

Mereka terdiri dari enam laki-laki dan lima perempuan. Kesebelas orang itu masing-masing berinisial EN (39), JM (47), DT (46), FA (32), SN (30), MQ (42), MM (40), EK (34), AS (39), dan DH (38) serta AS (23), yang semuanya warga Surabaya.

Wakasat Reskoba Polrestabes Surabaya, Kompol Yusuf Wahyudiono menjelaskan, saat dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti berupa dua bungkus kertas berisi daun dan biji ganja seberat 7,98 gram dalam tas milik JM. Disamping itu, petugas juga menemukan setengah butir ekstasi warna merah muda di bawah sofa.

“Pil ekstasi ini tidak ada yang mengakui sebagai pemiliknya. Kemudian kesebelas orang ini dibawa ke mapolrestabes untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya, Selasa (18/6/2019).

Menurut Yusuf, mereka yang ikut pesta miras ditarik biaya sebesar Rp 75 ribu untuk anggota laki-laki. Sedangkan yang perempuan diharuskan membayar uang Rp 25 ribu. Komunitas MIJA sendiri dibentuk sejak setahun lalu.

Disinggung apakah kelompok ini juga melakukan pesta seks, Yusuf mengaku masih melakukan penyelidikan lebih lanjut apakah ada pesta seks atau tidak. Dalam kasus ini pihaknya menyita dua bungkus ganja seberat 7,98 gram dan setengah pil ekstasi.

“Kasus ini masih akan kami kembangkan. Kami terus korek keterangan dari para tersangka untuk mengetahui dari mana mereka mendapatkan barang haram tersebut. Ini yang masih kami dalami,” pungkasnya. (ahm/yus)

Bagikan Ini

Komentar Anda

Komentar